Kukar – “Membangun partai adalah membangun harapan.” Pesan itu ditegaskan kader Partai Golkar sekaligus Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), HM Jamhari, setelah Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI DPD Partai Golkar Kukar. Ia menilai momentum tersebut harus menjadi titik penguatan organisasi sekaligus langkah mempersiapkan kader terbaik untuk menghadapi kontestasi politik mendatang.
Jamhari menyampaikan pandangan tersebut seusai Musda ke-XI DPD Partai Golkar Kukar yang digelar di Hotel Elti Singgasana Tenggarong pada Senin (31/8/2026). Dalam forum itu, H Hasanuddin Mas’ud kembali dipercaya menakhodai DPD Partai Golkar Kukar untuk periode 2026-2031. Bagi Jamhari, keputusan tersebut membawa harapan besar terhadap konsolidasi internal dan penguatan mesin politik partai hingga tingkat akar rumput.
Menurutnya, membangun partai politik tidak dapat hanya diukur dari kemampuan memenangkan pemilu maupun pilkada. Partai juga harus mampu membentuk organisasi yang solid, mendengar aspirasi masyarakat, memahami persoalan rakyat, dan hadir secara konsisten melalui kerja nyata.
“Dengan Musda kali ini dan terpilih kembali H Hasanuddin Mas’ud sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kutai Kartanegara periode 2026-2031, tentu menjadi harapan besar bagi Partai Golkar, dalam mewujudkan cita-cita dalam membangun kemajuan dan sejahtera bagi masyarakat,” ujar Jamhari.

Jamhari menilai kepengurusan periode baru memiliki pekerjaan besar untuk memastikan konsolidasi tidak berhenti pada struktur formal. Mesin organisasi harus bergerak hingga lapisan terbawah, dibarengi pembinaan kader yang dilakukan secara berkelanjutan.
Ia juga menyoroti tema Musda ke-XI, “Kader Golkar Kukar Bersatu, Menguatkan Konsolidasi Mewujudkan Masyarakat yang Berkeadilan”. Menurutnya, tema tersebut menggambarkan semangat kader untuk menjaga persatuan internal sekaligus memperkuat arah perjuangan politik yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
Bagi Jamhari, kekuatan partai sangat bergantung pada kualitas kader yang dimiliki. Integritas, loyalitas, kedisiplinan organisasi, serta kemampuan memahami persoalan masyarakat menjadi fondasi yang harus terus dibangun apabila Golkar ingin mempertahankan kepercayaan publik.
Ia juga menilai Hasanuddin Mas’ud memiliki pengalaman dan kemampuan dalam mengelola organisasi serta membaca dinamika yang berkembang di tengah masyarakat. Kepemimpinan tersebut diharapkan dapat menjadi modal untuk membawa Golkar Kukar lebih kompetitif dalam menghadapi agenda politik berikutnya.
“Hasanuddin Mas’ud merupakan figur yang mampu dan memahami dalam berbagai hal. Untuk itu, pada pemilu atau pilkada yang akan datang, kita berharap Partai Golkar dapat mencalonkan kepala daerah dari kadernya sendiri,” katanya.
Pernyataan Jamhari tersebut sekaligus menggambarkan target politik yang lebih besar bagi Golkar Kukar. Ia ingin kekuatan organisasi dan proses kaderisasi mampu melahirkan figur internal yang memiliki kapasitas sekaligus dukungan untuk maju dalam kontestasi kepala daerah.
Namun, target tersebut menurutnya tidak dapat dicapai secara instan. Pembinaan kader harus berjalan terus-menerus, bukan hanya digerakkan ketika pemilu atau pilkada mendekat. Kader Golkar dituntut tetap hadir di tengah masyarakat sekaligus memberikan kontribusi konkret terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Jamhari menegaskan bahwa keberhasilan politik pada akhirnya harus dikembalikan kepada kepentingan masyarakat. Kekuatan yang diperoleh partai harus menjadi instrumen untuk memperjuangkan pembangunan yang lebih adil, meningkatkan kualitas pelayanan publik, membuka peluang ekonomi, serta memperkuat sektor pendidikan dan kesehatan.
Ia berharap konsolidasi pasca-Musda mampu melahirkan barisan kader yang semakin tangguh dan memiliki pemahaman kuat terhadap kebutuhan masyarakat Kukar. Dengan cara tersebut, kepercayaan publik dapat dibangun melalui kerja organisasi yang nyata, bukan sekadar aktivitas menjelang kontestasi politik.
“Pada akhirnya, membangun partai adalah membangun harapan. Membina kader berarti menyiapkan generasi yang mampu melanjutkan perjuangan. Memenangkan kepercayaan rakyat berarti menerima amanah untuk bekerja lebih keras demi kepentingan masyarakat,” pungkasnya.
Bagi Jamhari, periode kepengurusan Golkar Kukar 2026-2031 menjadi kesempatan untuk memperkuat fondasi partai sekaligus menyiapkan target politik yang lebih besar. Soliditas organisasi, konsistensi kaderisasi, serta kedekatan dengan masyarakat menjadi modal utama untuk mewujudkan harapan agar Golkar Kukar mampu mengusung kadernya sendiri dalam perebutan kursi kepala daerah mendatang.
