Tenggarong – Erau Adat Kutai Kartanegara 2026 resmi dibuka secara seremonial, Sabtu (20/9/2026). Pelaksanaan Erau tahun ini kembali menjadi momentum penting dalam menjaga kelestarian adat dan budaya Kutai, sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat
Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi sakral menaikkan Pinang Ayu dan menyalakan Brang atau Bramayang digelar di Museum Mulawarman. Prosesi tersebut kemudian dilanjutkan dengan pembukaan secara seremonial Erau Adat Kutai 2026 di Stadion Rondong Demang, Tenggarong
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menyampaikan, pembukaan secara seremonial tersebut menandai dimulainya rangkaian Erau Adat Kutai yang berlangsung pada 20 hingga 27 September 2026 dan dibuka oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI, Adji Muhammad Arifin
“Erau tahun ini mengusung tema “Raja Menunggal Bersama Rakyat dan Raja Menjamu Rakyat.” Kemegahan pembukaan turut dimeriahkan sekitar 350 penari yang menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya khas Kutai
Menurut Aulia, Erau bukan hanya menjadi agenda pelestarian budaya, tetapi juga memiliki dampak terhadap sektor ekonomi masyarakat. Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) turut dilibatkan melalui kegiatan ekspo selama pelaksanaan Erau.
“UMKM banyak sekali yang terlibat di sana. Kita berharap ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas UMKM kita,” ujar Aulia
Ia berharap pelaksanaan Erau mampu menciptakan perputaran ekonomi yang semakin baik di Kutai Kartanegara, sehingga berdampak terhadap peningkatan pendapatan masyarakat
Aulia juga menegaskan, Erau Adat Kutai merupakan bagian dari mata rantai adat yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Menurutnya, keberadaan Erau menjadi salah satu barometer budaya Kutai Kartanegara di tingkat internasional karena mampu menarik perhatian masyarakat luas
Pelestarian tradisi, keterlibatan masyarakat dan penguatan UMKM diharapkan terus berjalan beriringan, sehingga Erau tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kutai Kartanegara.
