Pasuruan – Upaya pencegahan stunting di Desa Bandaran, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, mendapat sentuhan kreatif dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) kelompok 28 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) Malang. Mereka menggelar pelatihan pembuatan dimsum berbahan ikan lele dengan fortifikasi daun kelor, Rabu (16/7/2025).
Program bertema Gemar Ikan ini melibatkan ibu-ibu kader posyandu, PKK, serta anak-anak balita sebagai peserta. Tujuannya tidak hanya memberikan edukasi gizi, tetapi juga praktik langsung membuat makanan sehat dan bergizi yang disukai anak-anak.
Lutfi Ni’matus Salamah, S.Pi., M.Eng., dosen pembimbing KKN-T FPIK UB, menjelaskan bahwa ikan lele dipilih karena mudah diperoleh di Desa Bandaran dan mengandung protein hewani, omega-3, kalsium, serta zat besi yang penting untuk tumbuh kembang anak.
“Ikan lele dipilih karena mudah didapat di Desa Bandaran dan kaya nutrisi seperti protein hewani, omega-3, kalsium, serta zat besi yang penting untuk mendukung tumbuh kembang anak. Tak hanya itu, dimsum juga diperkaya dengan tambahan daun kelor yang dikenal kaya vitamin dan mineral, seperti vitamin A, C, dan zat besi, sehingga makin melengkapi nilai gizi dalam setiap sajian,” ungkap Lutfi, Selasa (12/8/2025).
Pelatihan dimulai dengan demonstrasi interaktif pembuatan dimsum, di mana ibu-ibu kader posyandu langsung mempraktikkan proses pengolahan daging lele, pencampuran bahan termasuk daun kelor halus, hingga pengukusan dan penyajian. Antusiasme terlihat saat para peserta mencicipi hasil olahan yang lezat dan bergizi, bahkan anak-anak balita turut menikmati.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran orang tua akan pentingnya gizi seimbang di masa pertumbuhan emas anak. Pengenalan makanan bergizi yang menarik seperti dimsum ikan lele dengan daun kelor menjadi strategi efektif untuk mendorong anak gemar makan ikan, sekaligus memperkaya asupan nutrisi keluarga.
Program ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa KKN-T FPIK UB dalam mendukung program nasional penurunan angka stunting serta memperkuat ketahanan gizi masyarakat di Desa Bandaran.


