Samarinda – Desakan untuk segera melaksanakan Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI Kalimantan Timur semakin menguat. Ketua Forum Pelatih dan Atlet Kalimantan Timur, Romiansyah, menyoroti lambannya pengesahan Tim Penjaringan yang telah dibentuk sejak awal Januari 2026. Padahal, masa kepengurusan KONI saat ini akan berakhir dalam bulan Februari ini.

Dalam keterangannya pada Kamis (5/2/2026), Romiansyah menegaskan pentingnya segera melakukan konsolidasi organisasi. Hal ini menjadi penting agar program pembinaan dan agenda kompetisi olahraga di daerah tetap berjalan meski dalam keterbatasan anggaran.

“Agenda olahraga tidak bisa berhenti. Walaupun tahun ini kita minim ikut turnamen luar, tapi pembinaan dan kompetisi di level lokal harus terus berjalan,” ujarnya.

Ia menyebut sejumlah event penting sudah di depan mata, mulai dari Sukan Borneo, PON Beladiri, hingga Porprov. Karena itu, KONI Kaltim perlu segera memiliki pemimpin baru yang siap bekerja cepat dan memahami dunia olahraga secara menyeluruh.

Dalam diskusi internal komunitas olahraga, nama Seno Aji, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, muncul sebagai kandidat kuat yang diyakini mampu membawa perubahan positif. Selain aktif dalam pembinaan cabang squash dan karate, Seno dinilai punya pemahaman mendalam terhadap ekosistem olahraga prestasi.

“Beliau bukan hanya paham, tapi juga sudah terjun langsung membina cabor. Sosok seperti ini yang dibutuhkan KONI sekarang,” jelas Romiansyah.

Menurutnya, KONI harus dipimpin oleh figur yang tidak lagi belajar dari nol, melainkan yang sudah punya rekam jejak dan kapabilitas untuk mendorong pencapaian besar, termasuk target tiga besar di ajang PON 2028 di NTB-NTT, sebagaimana dicanangkan oleh Gubernur Kalimantan Timur.

Ia juga menyoroti dasar hukum terbaru yang memperbolehkan pejabat publik menjadi Ketua KONI, berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, yang mencabut larangan dalam UU sebelumnya.

“UU baru ini memungkinkan pejabat publik memimpin KONI, dan kami rasa Seno Aji punya semua prasyarat untuk membawa lompatan prestasi olahraga Kaltim,” katanya.

Romiansyah pun mengajak semua stakeholder olahraga untuk mulai mempersiapkan diri sejak sekarang. Ia menekankan bahwa keberhasilan di masa depan ditentukan oleh langkah konkret hari ini.

“Jangan tunggu nanti. Kalau target kita PON 2028, perjuangannya harus dimulai sekarang. Sesuai jargon beliau, kita harus gaspol sejak awal,” pungkasnya.

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version