Kukar – Seperti satu tarikan napas panjang menuju babak baru, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara merangkai sejumlah agenda penting dalam satu hari, Selasa (23/12/2025). Pelantikan pejabat administrator dan pengawas, peresmian Jembatan Kedaton Agung, hingga penyerahan bantuan pemberdayaan ekonomi menjadi penanda kuat arah pembangunan dan pelayanan publik di ibu kota Tenggarong.

Rangkaian kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, yang melantik sejumlah pejabat strategis. Mereka antara lain Suhartono sebagai Camat Kembang Janggut, Abdul Karim sebagai Camat Kota Bangun, Ahmad Fauzan sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Aji Muhammad Idris Muara Badak, serta Suryani sebagai Sub Kepala Bagian Tata Usaha di rumah sakit yang sama. Pelantikan ini dilakukan setelah memenuhi ketentuan regulasi, yakni enam bulan pascapelantikan kepala daerah.

“Rotasi ini adalah keniscayaan dalam sebuah organisasi. Tujuannya untuk penyegaran agar organisasi semakin solid dan mampu bekerja lebih baik dalam melayani masyarakat,” ujar Aulia dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa bersama Wakil Bupati Haji Rendi Solihin, Pemkab Kukar berkomitmen menjalankan janji-janji politik yang telah disampaikan kepada masyarakat. Menurutnya, pelantikan ini merupakan langkah awal untuk memastikan seluruh program prioritas berjalan optimal dengan dukungan penuh organisasi perangkat daerah.

Aulia juga menyampaikan bahwa proses pemetaan dan penguatan aparatur akan terus berlanjut. Ia menyebutkan, pelantikan kepala dinas direncanakan berlangsung pada awal Januari 2026, sebagai bagian dari upaya mempercepat realisasi program pembangunan dan pelayanan publik.

Dalam momentum yang sama, Pemkab Kukar turut menyerahkan bantuan kendaraan roda dua dan sarana tempat berjualan kepada masyarakat. Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Baznas Kalimantan Timur dan Baznas Kabupaten Kutai Kartanegara. Aulia menilai kerja sama tersebut telah memberikan dampak nyata, mulai dari program bedah rumah, bantuan ternak sapi dan kambing, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil.

Upaya tersebut, lanjut Aulia, berkontribusi signifikan dalam menekan angka kemiskinan. Ia menyebutkan bahwa kemiskinan ekstrem di Kutai Kartanegara telah mencapai nol persen, dan kini pemerintah daerah memfokuskan kebijakan pada penurunan angka kemiskinan secara umum dan berkelanjutan.

Sorotan lain tertuju pada peresmian Jembatan Kedaton Agung, yang dibangun sebagai pengganti jembatan besi lama peninggalan masa lalu. Jembatan lama tersebut tetap dipertahankan sebagai cagar budaya setelah melalui konsultasi dengan Kesultanan dan pemerhati budaya, dengan fungsi baru sebagai jalur pejalan kaki. Kehadiran jembatan baru ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, terutama menuju kawasan pasar baru yang dirancang sebagai pasar modern dengan ratusan kios.

Sementara itu, pelantikan Direktur Utama Rumah Sakit Aji Muhammad Idris Muara Badak dipercepat sebagai bagian dari persiapan operasional rumah sakit yang ditargetkan mulai melayani masyarakat pada April 2026. Aulia optimistis target tersebut dapat tercapai mengingat kesiapan sarana dan prasarana yang dinilai sudah sangat memadai.

Dengan rangkaian agenda tersebut, Pemkab Kutai Kartanegara menegaskan langkah simultan antara penguatan birokrasi, pembangunan infrastruktur, dan pemberdayaan sosial sebagai fondasi pelayanan publik yang lebih baik ke depan.

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version