Gresik — Masjid Jami’ Manyar Gresik menjadi pusat perhatian dengan digelarnya Kaderisasi Ahli Hisab dan Rukyat 2025. Acara yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Ahad, 15-16 Februari 2025, ini menjadi momentum penting bagi para pecinta ilmu falak dan fiqih Islam untuk memperdalam pemahaman mereka tentang hisab, rukyat, serta penentuan waktu dalam Islam.
Pembukaan dan Sambutan Tokoh
Kegiatan ini dibuka dengan penuh khidmat. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Takmir Masjid Jami’ Manyar, KH. Abdul Mu’id, yang menyampaikan harapan besar agar para peserta mampu meneruskan tradisi keilmuan falakiyah di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Ketua Lembaga Falakiyah PWNU Jatim, Kyai Syamsul Maarif, SH, MH, menekankan pentingnya kaderisasi ahli hisab untuk menjaga akurasi kalender Islam melalui Rukyatul Hilal Bil Fi’li. Ia juga mengingatkan pentingnya koordinasi dengan pemerintah dalam penetapan awal bulan Hijriyah melalui Itsbat Menteri Agama RI.
Wakil Bupati Gresik, Dr. Hj. Aminatun Habibah, M.Pd., turut memberikan apresiasi atas peran aktif masjid dan ulama dalam mengembangkan ilmu falak di tengah masyarakat. Menurutnya, ilmu falak tidak hanya soal waktu ibadah, melainkan bagian penting dalam membangun peradaban Islam berbasis keilmuan.
Acara pembukaan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Suhaili Idris, memohon keberkahan dan kelancaran jalannya kegiatan.
Sesi Pelatihan Hisab
Setelah pembukaan, peserta langsung memasuki sesi pelatihan yang menjadi inti dari kegiatan ini.
Hari Pertama: Pemrograman Jadwal Imsakiyah dengan Java
Pada hari pertama, peserta mendapatkan pelatihan Hisab Jadwal Imsakiyah menggunakan bahasa pemrograman Java, dibimbing oleh Agus Saputra. Materi ini meliputi dasar-dasar hisab, implementasi perhitungan dalam kode Java, hingga uji coba dan validasi hasil perhitungan.
Pelatihan ini dirancang agar peserta mampu menerapkan metode hisab dalam sistem digital, menciptakan aplikasi jadwal sholat dan kalender Islam yang modern dan akurat.
Hari Kedua: Fikih dan Astronomi Waktu Dhuha serta Penyerasian Kalender Hijriyah 2026
Hari kedua diisi dengan sesi interpretasi fikih dan astronomi waktu Dhuha yang dipandu oleh KH. RM. Khotib Asmuni, M.Si. Materi ini membahas waktu Dhuha dari perspektif fikih Islam yang dikombinasikan dengan pendekatan astronomi.
Sesi berikutnya membahas penyerasian kalender Hijriyah tahun 2026 M yang dipimpin oleh Kyai Syamsul Maarif, SH, MH. Fokus utama sesi ini adalah proses penghitungan kalender yang akurat serta koordinasi Rukyatul Hilal untuk bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah.
Sebagai penutup, panitia mengadakan sesi serap aspirasi, di mana peserta bebas menyampaikan pendapat, pertanyaan, dan saran terkait pengembangan ilmu hisab dan rukyat di Indonesia.
Kesimpulan dan Harapan
Kaderisasi Ahli Hisab dan Rukyat Lembaga Falakiyah PWNU Jatim tahun 2025 ini menjadi langkah penting dalam melahirkan generasi baru yang menguasai ilmu falak secara komprehensif. Dengan penguasaan fikih, astronomi, dan teknologi, peserta diharapkan menjadi pelopor dalam pengembangan ilmu hisab dan rukyat di Indonesia.
Acara ini ditutup dengan doa dan harapan agar ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan dalam kehidupan umat Islam serta menjadi amal jariyah yang berkelanjutan.




