Samarinda – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mencatat peningkatan yang signifikan dalam elektabilitas menurut hasil survei terbaru dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Samarinda.
Survei yang dilakukan pada 13-18 Desember 2023 menunjukkan PDIP masih memimpin dengan 16,4%, diikuti oleh Partai Gerindra (14,6%), Golkar (11,9%), PKS (11,8%), dan PKB (9,2%).
Respond Ali Hamdi Atas Naiknya Elektabilitas PKS
Ali Hamdi, Ketua Fraksi DPRD PKS Kaltim, merespons hasil survei tersebut dengan gembira. Ia menyatakan bahwa peningkatan elektabilitas PKS dapat diatributkan pada konsistensi partai dalam berperan sebagai oposisi dan mengadvokasi aspirasi rakyat.
“Ada beberapa faktor yang menyebabkan elektabilitas PKS naik. Pertama, konsistensi PKS dalam menjalankan peran oposisi dan menyuarakan aspirasi rakyat. Kedua, suara lantang PKS di DPR dalam menolak berbagai kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat. Ketiga, dukungan PKS kepada Anies Baswedan yang semakin meningkat,” jelas Ali Hamdi.
Menurut Ali Hamdi, faktor-faktor yang mendukung peningkatan tersebut termasuk konsistensi PKS dalam menentang kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro-rakyat. Hal ini serta dukungan terhadap Anies Baswedan yang semakin berkembang.
Ali Hamdi menyoroti keterlibatan PKS dalam menolak beberapa kebijakan pemerintah. Hal ini seperti RUU omnibuslaw dan RUU Kesehatan yang mencabut kewajiban belanja minimal lima persen dari APBN.
Dia juga menekankan penolakan terhadap usulan perubahan pada RUU Daerah Khusus Jakarta yang mencakup penunjukan Gubernur Jakarta oleh Presiden.
“Suara dan sikap tegas PKS di DPR, terutama terkait penolakan RUU omnibuslaw dan RUU Kesehatan yang menghapuskan mandatory spending lima persen dari APBN,” jelas Ali Hamdi.
Sikap Tegas PKS di DPR Mencuri Perhatian Publik
Menurut Ali Hamdi, sikap tegas PKS di DPR, terutama terkait isu-isu krusial. Ia telah mencuri perhatian publik dan memikat sebagian dari mereka untuk mendukung partai tersebut.
Dia berharap peningkatan elektabilitas ini dapat berlanjut hingga Pemilu Februari 2024, sambil mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan masyarakat.
Keberanian PKS dalam berperan sebagai oposisi. PKS bersuara lantang di DPR, dan memberikan dukungan yang konsisten kepada Anies Baswedan telah menciptakan citra positif di mata publik. Hal ini memperkuat posisi partai tersebut dalam kompetisi politik.
Meski demikian, PKS perlu terus bekerja keras untuk mempertahankan dan meningkatkan elektabilitasnya menjelang pemilihan berikutnya.
