Javasia.idJavasia.id
    Trending

    Maulid Nabi di Jembayan, Jamhari Serukan Keteladanan

    7 September 2026

    Bupati Subandi Serahkan Kursi Roda kepada Tiga Warga Wonoayu, Dorong Mereka Kembali Beraktivitas

    7 September 2026

    Atlet SKOI Kaltim Raih Dua Emas di Kejuaraan Taekwondo Batam

    6 September 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Senin, 7 September 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    DPRD Kukar Lutfi7 September 2026524

    Maulid Nabi di Jembayan, Jamhari Serukan Keteladanan

    HM Jamhari mengajak warga Jembayan menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat akhlak, persaudaraan, dan kerukunan.
    HM Jamhari mengajak warga Jembayan meneladani akhlak Rasulullah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H
    HM Jamhari mengajak warga Jembayan meneladani akhlak Rasulullah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email

    Kukar – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, menjadi ruang untuk kembali menyalakan “pelita keteladanan” Rasulullah di tengah kehidupan masyarakat. Suasana khidmat sekaligus penuh keakraban mewarnai kegiatan yang berlangsung di Masjid Jami’ Al-Amin pada Minggu (6/9/2026) malam tersebut.

    Kegiatan keagamaan itu dihadiri Anggota DPRD Kutai Kartanegara HM Jamhari, Kepala Desa Jembayan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Danramil Armed 22/Kesemumawira, Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga Desa Jembayan. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan masyarakat dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

    Rangkaian acara diisi dengan tausiah yang disampaikan Habib Ali bin Shihab. Dalam ceramahnya, masyarakat diajak memahami kembali perjalanan hidup dan dakwah Rasulullah SAW, termasuk kesabaran beliau ketika menghadapi berbagai ujian. Nilai kasih sayang, kerendahan hati, serta kepedulian terhadap sesama juga menjadi bagian penting yang disampaikan kepada jemaah.

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pun tidak sekadar dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan. Momentum tersebut menjadi pengingat agar umat Islam mampu menghadirkan ajaran dan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun dalam hubungan sosial di tengah masyarakat.

    HM Jamhari mengatakan peringatan Maulid Nabi merupakan salah satu momentum penting bagi umat Islam untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW. Menurutnya, pesan yang disampaikan dalam tausiah juga relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini, terutama mengenai kesabaran, kerendahan hati, kasih sayang, serta sikap saling menghormati.

    “Maulid Nabi bukan hanya untuk kita peringati, tetapi bagaimana semangat dan keteladanan Rasulullah bisa kita terapkan dalam kehidupan. Beliau mengajarkan kita untuk selalu bersabar, rendah hati, penuh kasih sayang dan menghormati sesama,” ujar Jamhari.

    Ia menilai nilai-nilai tersebut perlu terus dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat. Terlebih, kehidupan sosial tidak terlepas dari beragam perbedaan latar belakang maupun pandangan. Karena itu, semangat persaudaraan dan sikap saling menghargai harus menjadi fondasi dalam menjaga keharmonisan masyarakat.

    Jamhari juga mengajak warga Desa Jembayan menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai sarana mempererat silaturahmi, menjaga kerukunan dan meningkatkan rasa syukur. Kebersamaan yang telah terbangun di tengah masyarakat, menurutnya, perlu terus dirawat agar lingkungan tetap aman, damai dan kondusif.

    “Mari kita sama-sama menjalani kehidupan ini dengan penuh rasa syukur, saling menghormati dan saling menjaga. Jangan sampai perbedaan menjadi pemisah di antara kita,” pesannya.

    Menurut Jamhari, kemajemukan bukan sesuatu yang harus dipertentangkan. Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi kekuatan apabila dikelola melalui semangat persatuan dan sikap saling menghargai. Nilai tersebut juga sejalan dengan keteladanan Rasulullah SAW yang menempatkan persaudaraan, kasih sayang dan penghormatan kepada sesama sebagai bagian penting dalam kehidupan.

    “Perbedaan adalah bagian dari kehidupan. Kemajemukan harus kita rawat sebagai kekuatan untuk membangun persatuan dan kebersamaan,” pungkasnya.

    Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Jembayan, masyarakat diharapkan tidak hanya mengenang perjalanan hidup Rasulullah SAW, tetapi juga membawa nilai-nilai keteladanan beliau ke dalam perilaku sehari-hari. Semangat tersebut diharapkan mampu memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan serta menciptakan kehidupan masyarakat Desa Jembayan yang semakin damai dan harmonis.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleBupati Subandi Serahkan Kursi Roda kepada Tiga Warga Wonoayu, Dorong Mereka Kembali Beraktivitas

    Related Posts

    DPRD Kukar Soroti Kepastian HGU PT Kalpataru

    28 Agustus 2026

    Komisi I DPRD Kukar Sidak TPA Bekotok, Minta Pembangunan dan Rencana Produksi Gas Metana Dipercepat

    28 Agustus 2026

    Jalan Nasional Jembayan Ambruk, Pengawasan dan Perencanaan Disorot

    16 Agustus 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Maulid Nabi di Jembayan, Jamhari Serukan Keteladanan

    7 September 2026

    Bupati Subandi Serahkan Kursi Roda kepada Tiga Warga Wonoayu, Dorong Mereka Kembali Beraktivitas

    7 September 2026

    Bupati Subandi Minta P2CKTR Perkuat Layanan dan Inovasi

    2 September 2026

    Karhutla Kukar Menurun, Penanganan Diperkuat

    1 September 2026

    DPRD Kukar Soroti Kepastian HGU PT Kalpataru

    28 Agustus 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.