Javasia.idJavasia.id
    Trending

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    PKK Tulangan Bahas “Duwik”, Dorong Bijak Kelola Uang

    22 Juli 2026

    Pemkab Sidoarjo Siapkan Wajah Baru Sentra Kuliner Gajah Mada, Konsep Modern untuk Bangkitkan UMKM

    22 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Jumat, 24 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    Sosial Budaya Astri Nurfianti7 Desember 202420

    Membangun Jati Diri Daerah: Kutim Gelar FGD Pemajuan Kebudayaan

    Disdikbud Kutim menggelar FGD pemajuan kebudayaan di BPU Sangatta Utara, Sabtu (7/12/2024).
    Disdikbud Kutim menggelar FGD pemajuan kebudayaan di BPU Sangatta Utara, Sabtu (7/12/2024).
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email

    Sangatta – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim menggelar Focus Group Discussion (FGD) pemajuan kebudayaan. Kegiatan ini berfokus pada penyusunan kebijakan strategis untuk melestarikan dan memajukan kebudayaan daerah. FGD ini digelar di Balai Pertemuan Umum (BPU) Sangatta Utara, Sabtu (7/12/2024).

    Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono menyampaikan bahwa FGD ini merupakan forum strategis untuk merumuskan kebijakan kebudayaan. “Hasil dari diskusi ini akan menjadi acuan utama dalam penyusunan Perda Kebudayaan. Ini adalah langkah awal yang sangat penting untuk membangun masa depan kebudayaan di Kutim,” ujarnya.

    Sepuluh Pilar Pemajuan Kebudayaan

    Dalam paparannya, Mulyono menjelaskan bahwa kebijakan pemajuan kebudayaan akan berfokus pada sepuluh objek utama, yaitu: tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, dan olahraga tradisional.

    “Sepuluh objek ini adalah warisan berharga yang harus kita lestarikan. Dengan adanya Perda Kebudayaan, Kutim akan memiliki landasan hukum yang kuat untuk melindungi dan mengembangkan aset-aset budaya ini,” tegas Mulyono.

    Impian Museum Kutai Timur

    Salah satu topik penting yang dibahas dalam FGD adalah kebutuhan mendesak akan museum di Kutai Timur. Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliyansyah, menjelaskan bahwa museum merupakan salah satu elemen penting dalam pelestarian budaya. “Museum tidak hanya menjadi tempat menyimpan artefak bersejarah, tetapi juga sarana edukasi untuk mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda,” katanya.

    Padliyansyah menambahkan bahwa rencana pembangunan museum ini akan dimulai pada tahun 2025. “Ini adalah mimpi besar kita, dan kami yakin museum akan menjadi pusat kebudayaan yang membanggakan bagi Kutim,” ujarnya.

    Pemutakhiran Data dan Perencanaan Kebijakan

    FGD ini juga menjadi momentum untuk memperbarui Data Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) yang akan menjadi dasar penyusunan Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan. Selain itu, FGD ini turut membahas penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait kebudayaan.

    “Diskusi seperti ini penting untuk menggali masukan dari berbagai pihak. Kami berharap hasil FGD dapat memberikan rekomendasi konkret yang memperkuat identitas budaya lokal sekaligus memperkaya keberagaman nasional,” ungkap Padliyansyah.

    Kebudayaan Sebagai Fondasi Masa Depan

    Ia berharapan besar terhadap masa depan kebudayaan di Kutim. “Kebudayaan bukan hanya tentang melestarikan warisan masa lalu, tetapi juga membangun masa depan. Kita harus menjadikannya sebagai pondasi utama pembangunan Kutai Timur,” tegasnya.

    Dengan langkah strategis melalui FGD ini, Kutim menunjukkan komitmennya dalam melestarikan kekayaan budaya sekaligus mempersiapkan generasi mendatang untuk mencintai dan menghargai warisan budaya mereka.

    FGD Pemajuan Kebudayaan Kutim perda kebudyaan Kutim
    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleSem Nalpa Mario Guling Gelar Reses, Aspirasi Warga Infrastruktur Hingga Hutan Lindung Siap Diperjuangkan
    Next Article Duta Genre Kutim Dilatih Life Skill, Siap Jadi Teladan Generasi Muda

    Related Posts

    Ruwah Desa Rangkah Kidul: Tradisi Syukur dan Kompaknya Warga Sidoarjo

    8 Februari 2026

    Ruwah Desa Rangkah Kidul: Tradisi Syukur dan Kebersamaan Warga

    15 Februari 2025

    Sedekah Laut Desa Tasikagung, Simbol Syukur Masyarakat Pesisir

    19 April 2024

    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    HUT Ke-48 Perumda Delta Tirta, Bupati Subandi Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Disiplin Kerja

    7 Juli 2026

    Kukar Larang Perdagangan Daging Anjing, Kucing, dan Kera Demi Lindungi Kesehatan Masyarakat

    3 Juli 2026

    HM Jamhari Dorong Budaya dan Wisata Gunung Kelapis

    3 Juli 2026

    Musdes Loa Duri Ulu Susun RKPDes 2027, Prioritaskan Aspirasi Warga

    1 Juli 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.