Sidoarjo – Sebagai wujud syukur atas hasil bumi sekaligus mengenang jasa para leluhur, ratusan warga Desa Rangkah Kidul, Kecamatan Sidoarjo, menggelar tradisi Ruwah Desa dengan melombakan 22 tumpeng. Acara yang berlangsung pada Sabtu (15/2/2025) ini dimulai dengan arak-arakan tumpeng dan gunungan hasil bumi mengelilingi desa sebelum akhirnya digelar di kantor desa.
Camat Sidoarjo Kota, Gundari, hadir dalam acara tersebut mewakili Bupati Sidoarjo, Subandi. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh warga untuk menjaga keguyuban dan kerukunan sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal.
“Kegiatan ini memiliki dampak yang sangat positif. Harapannya, tradisi ini dapat terus dilestarikan guna menjaga kerukunan antarwarga Desa Rangkah Kidul. Ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada para leluhur. Kemarin, kita telah melaksanakan tabur bunga di makam leluhur sebagai bagian dari rangkaian acara, agar generasi penerus memahami pentingnya warisan budaya ini,” ungkap Gundari.
Salah satu warga RT 5, Kusnan (54), mengaku sangat senang dengan keberlangsungan tradisi Ruwah Desa yang rutin dilaksanakan setiap tahun.
“Kami bersyukur bisa terus melaksanakan acara ini. Semoga warga Rangkah Kidul senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta dijauhkan dari bencana dan penyakit. Tradisi ini harus terus dijaga dan jangan sampai dilupakan,” ujarnya.
Di penghujung acara, Kepala Desa Rangkah Kidul, H. Warlheyono, menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT serta berterima kasih kepada seluruh warga yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam pelaksanaan Ruwah Desa. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan kerukunan melalui kegiatan tahunan ini.
“Kegiatan ini diawali dengan khataman Al-Qur’an, peresmian gedung NU, serta pengajian Muhammadiyah. Puncaknya adalah lomba 22 tumpeng yang kemudian dilanjutkan dengan pagelaran wayang. Untuk lomba tumpeng, juara satu diraih oleh RT 5, disusul juara dua dan tiga. Acara ini sepenuhnya didukung oleh swadaya masyarakat dan anggaran desa sebesar 79 juta rupiah. Namun, yang paling utama adalah keterlibatan masyarakat agar tetap guyub rukun,” jelasnya.
Sementara itu, Mieke Wahyuningtyas yang mendampingi Kepala Desa menambahkan bahwa Ruwah Desa harus tetap dilestarikan di masa mendatang.
“Kami berharap kegiatan ini terus ada, meskipun nantinya ada pergantian pemimpin di desa. Jangan sampai tradisi ini terabaikan,” tuturnya.
Dengan penuh antusiasme, warga Desa Rangkah Kidul berharap bahwa Ruwah Desa tidak hanya menjadi ajang perayaan tahunan, tetapi juga terus menjadi simbol kebersamaan, penghormatan terhadap leluhur, serta pelestarian budaya yang harus dijaga untuk generasi mendatang.
