TENGGARONG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menggenjot pembangunan penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah wilayah.
Pengerjaan yang mencakup hampir 20 kecamatan tersebut kini menunjukkan progres, dengan pemasangan di Tenggarong diperkirakan mencapai 90 persen dan pekerjaan di Samboja Barat telah rampung.
Kepala Dishub Kukar, Ahmad Junaidi, mengatakan pembangunan PJU dilaksanakan secara bertahap dengan cakupan wilayah pesisir, tengah, hingga hulu.
Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan penerangan jalan di berbagai kawasan di Kukar.
“Untuk pemasangan dan penanganan penerangan jalan, cakupan pekerjaan kami hampir meliputi 20 kecamatan di Kutai Kartanegara. Saat ini, pengerjaan di wilayah Samboja Barat sudah selesai,” ujarnya saat ditemui di Tenggarong pada Senin (26/10/2026).
Sementara itu, pengerjaan di Kecamatan Muara Muntai telah memasuki tahap penggalian fondasi dan pengecoran.
Setelah proses tersebut, petugas perlu menunggu sekitar 14 hingga 21 hari agar beton mengering sebelum melanjutkan pemasangan tiang, penarikan kabel, dan pemasangan lampu.
Junaidi berharap rangkaian pekerjaan di wilayah hulu dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan ke depan.
Target tersebut menyesuaikan tahapan teknis pembangunan, termasuk waktu pengeringan fondasi sebelum pemasangan perlengkapan PJU.
Di wilayah perkotaan, pemasangan juga mendekati penyelesaian. Sejumlah titik yang telah ditangani antara lain jalur Rapak Lambur menuju Sebulu dan Senoni, serta jalur penyeberangan menuju Sebelimbingan.
“Untuk Tenggarong, progres pemasangan sudah sekitar 90 persen. Sisanya masih ada beberapa titik yang terkendala ketersediaan tiang, jaringan listrik, dan kebutuhan pendukung lainnya,” jelasnya.
Salah satu lokasi yang masih memerlukan penanganan lanjutan berada di kawasan Gunung Wang, Jalan Muara.
Menurut Junaidi, jaringan listrik PLN di kawasan tersebut baru masuk sehingga Dishub Kukar telah berkoordinasi dengan PLN UP2 Samarinda untuk mendukung kebutuhan kelistrikan.
Pemasangan PJU di kawasan tersebut tetap mempertimbangkan kebutuhan dan prioritas.
Hal ini mengingat jumlah permukiman yang masih relatif sedikit, sedangkan jangkauan jalan yang perlu dilayani cukup panjang.
Secara keseluruhan, kebutuhan penerangan jalan yang sedang ditangani diperkirakan mencapai sekitar 1.600 titik.
Namun, jumlah tersebut masih berupa perkiraan sementara dan perlu dipastikan kembali.
Selain pembangunan PJU, Dishub Kukar juga melaksanakan pemeliharaan terhadap lampu jalan yang padam atau mengalami kerusakan.
Termasuk di jalur poros Tenggarong-Samarinda, pemasangan lampu secara keseluruhan telah dilakukan, sedangkan lampu yang masih padam akan ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan perbaikan.
Untuk mendukung penanganan tersebut, Dishub Kukar membagi tim pemeliharaan ke dalam tiga zona, yakni pesisir, tengah serta hulu.
Setiap tim bertugas menindaklanjuti laporan masyarakat maupun temuan langsung di lapangan.
Junaidi menegaskan, perbaikan lampu jalan yang mengalami kerusakan tidak harus menunggu hingga 2027.
Selama kerusakan dapat ditangani melalui kegiatan pemeliharaan, petugas akan berupaya melakukan perbaikan sesuai kondisi di lapangan.
“Kalau lampu sudah terpasang dan kerusakannya bisa ditangani melalui pemeliharaan, kami akan berupaya melakukan perbaikan secepatnya. Masyarakat tidak perlu menunggu sampai 2027,” pungkasnya. (Adv/Diskominfo/Kukar).
