Tenggarong – Sebanyak 2.500 atlet dari berbagai cabang olahraga (cabor) asal Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi dilepas untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) ke VIII tahun 2026 yang akan diselenggarakan mulai 14-27 November di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU)
Pelepasan kontingen tersebut berlangsung di Arbizz Space Tenggarong, kegiatan dipimpin langsung Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama Wakil Bupati Rendi Solihin, jum’at 30/10/2026
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani, Sekretaris Daerah Sunggono, unsur Polres, Kejaksaan, Dandim 0906/Kukar, Kepala Dispora, Ketua KONI, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani menyampaikan rasa bangga dan syukur atas keberangkatan para atlet yang akan membawa nama daerah dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Ia berharap seluruh atlet mampu menunjukkan kemampuan terbaik dan berjuang maksimal untuk mengharumkan nama Kutai Kartanegara
Menurutnya, keikutsertaan 2.500 atlet menjadi bukti besarnya semangat dan komitmen daerah dalam membangun prestasi olahraga. Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap keikutsertaan atlet penyandang disabilitas yang dinilai memiliki semangat juang dan patriotisme luar biasa
“Ini menjadi kebanggaan Kutai Kartanegara. Kita melihat langsung bagaimana antusiasme teman-teman penyandang disabilitas yang juga ikut bertanding. Semangat dan perjuangan mereka luar biasa. Kita berharap seluruh atlet dapat memberikan prestasi terbaik dan membawa pulang kemenangan untuk Kukar,” ungkap Ahmad Yani
Ia menegaskan, DPRD bersama pemerintah daerah berkomitmen mendukung seluruh kebutuhan kontingen, termasuk atlet dari KONI, KORMI, PWI, serta National Paralympic Committee (NPC). Dukungan tersebut mencakup kebutuhan anggaran agar seluruh peserta dapat mengikuti pertandingan dengan baik
Ahmad Yani juga menekankan bahwa atlet yang berhasil mengukir prestasi harus mendapatkan penghargaan yang layak. Bahkan, ia menyampaikan komitmen agar bonus bagi atlet berprestasi dapat diberikan secara kompetitif dan tidak kalah dibandingkan kabupaten/kota lain di Kalimantan Timur.
“Siapa pun atlet yang berprestasi, bonusnya harus diberikan. Kalau ada daerah lain memberikan bonus lebih besar, kita juga harus berupaya memberikan yang lebih besar. Ini bagian dari semangat dan motivasi agar atlet bertanding secara profesional, penuh tanggung jawab, dan membawa nama baik Kutai Kartanegara,” tegasnya
Selain mengejar prestasi, Ahmad Yani mengingatkan pentingnya perhatian berkelanjutan terhadap pembinaan olahraga. Menurutnya, dukungan tidak boleh berhenti pada saat keberangkatan menuju pertandingan, tetapi juga harus diwujudkan melalui fasilitas latihan, sarana pendukung, serta keberadaan sekretariat yang memadai bagi setiap cabang olahraga
Ia secara khusus menyoroti kebutuhan sekretariat NPC yang dinilai masih perlu mendapat perhatian. Menurutnya, atlet penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memperoleh dukungan fasilitas dan pembinaan agar mampu terus berkembang serta menghasilkan prestasi
“Kita berharap seluruh cabang olahraga mendapatkan perhatian, tidak terkecuali NPC. Prestasi tidak hanya lahir dari semangat atlet, tetapi juga membutuhkan tempat latihan, fasilitas, dan sekretariat yang mendukung. Karena itu, ke depan kita mendorong Dispora agar memperhatikan kebutuhan tersebut melalui penganggaran,” jelasnya
Ahmad Yani berharap keikutsertaan kontingen Kukar dalam Porprov Kaltim VIII menjadi momentum memperkuat pembinaan olahraga sekaligus membuktikan bahwa atlet daerah mampu bersaing dengan kabupaten dan kota lainnya, Ia pun mengajak seluruh atlet menjaga kekompakan, menjunjung tinggi sportivitas, serta berjuang dengan penuh semangat
“Jangan pulang sebelum membawa prestasi. Kita doakan bersama agar seluruh atlet diberikan kelancaran, kesehatan, dan keberhasilan. Harapan kita, Kutai Kartanegara mampu menjadi yang terbaik,” pungkasnya. (ADV/DPRD/Kukar).
