Tenggarong – Metode penanaman padi di kawasan Danau Semayang, Desa Semayang, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menjadi perhatian pemerintah. Teknik pertanian yang memanfaatkan kondisi lahan danau dengan karakteristik air pasang surut tersebut sempat menuai keraguan masyarakat.
Namun, kini tanaman padi yang dibudidayakan mulai tumbuh dan membentuk hamparan persawahan, Metode tanam padi yang dikenal dengan sebutan Tambela Dar itu sebelumnya sempat viral di media sosial, jum’at 30/10/2026
Tidak sedikit masyarakat mempertanyakan keberhasilannya, mengingat kawasan Danau Semayang memiliki kondisi perairan yang berubah mengikuti musim, sehingga dinilai tidak mudah untuk dijadikan lokasi pertanian, Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petani dalam mengembangkan tanaman pangan
Meski demikian, hasil pertumbuhan tanaman padi di kawasan tersebut mulai membuktikan bahwa lahan rawa dan danau yang mengalami pasang surut memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai kawasan pertanian musiman
Ketua DPRD Kutai Kartanegara, Ahmad Yani, mengatakan, perkembangan tanaman padi di Danau Semayang menjadi bukti bahwa potensi pertanian daerah perlu terus digali dan dikembangkan. Menurutnya, sesuatu yang sebelumnya diragukan kini mulai menunjukkan hasil nyata
“Ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua di Kutai Kartanegara. Bukan hanya sekadar menjadi persoalan yang diperbincangkan, tetapi sekarang sudah terbukti bahwa padi bisa tumbuh di kawasan tersebut,” ujarnya
Ia menjelaskan, pemerintah daerah bersama pihak terkait sebelumnya telah memberikan perhatian terhadap pengembangan pertanian di Danau Semayang
Bahkan, rencana kunjungan pemerintah untuk melihat langsung perkembangan tanaman hingga persiapan panen raya menjadi bagian dari upaya memastikan potensi tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan,” kantanya
Ahmad Yani berharap keberhasilan penanaman padi tersebut dapat menjadi awal pengembangan sektor pertanian di kawasan rawa dan danau. Menurutnya, apabila hasilnya terus menunjukkan perkembangan positif, luas lahan tanam dapat diperluas dengan mempertimbangkan kondisi alam dan siklus pasang surut air
“Ke depan kita berharap lahannya bisa diperluas. Ternyata bibit padi dapat tumbuh di lingkungan danau maupun rawa. Ini harus menjadi strategi pertanian yang bisa kita kembangkan, termasuk bagaimana pengelolaan dan penyiapan lahannya,” jelasnya
Ia juga menilai, pengalaman tersebut dapat menjadi contoh bagi wilayah lain yang memiliki karakteristik lahan serupa. Dengan dukungan pemerintah, pendampingan kepada petani, serta pengelolaan yang tepat, kawasan Danau Semayang diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi pangan dan kesejahteraan masyarakat
Pengembangan pertanian berbasis lahan musiman ini sekaligus menjadi pengingat bahwa potensi daerah tidak selalu berada pada lahan persawahan konvensional, tetapi juga dapat ditemukan melalui inovasi dan kemampuan masyarakat beradaptasi dengan kondisi alam,” ungkap Ahmad Yani (ADV/DPRD/Kukar).
