Mojokerto – Sebuah insiden tragis mengguncang Kabupaten Mojokerto. Seorang wartawan sedang melaksanakan tugas jurnalistiknya tewas dalam sebuah tabrak lari. Aris (36) wartawan liputan9.com. Ia meninggal dunia setelah dilindas truk mengangkut material galian C di dekat lokasi galian C, Dusun Mendek, Desa Kutogirang, Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto.
Ketua LBH Pers Surabaya Ansorul Huda mengutuk keras insiden tabrak lari pada wartawan tersebut.
“Kami mengutuk tindakan tabrak lari pada wartawan yang sedang melaksanakan tugas jurnalistik,” ungkap Ansorul kepada media ini, Jumat (18/8/2023).
LHB Pers Surabaya meminta kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini. Ia berharap polisi tidak gentar. Walau pemilik galian C yang akan didatangi wartawan tersebut diduga milik anggota TNI dan ketua parpol di Kabupaten Mojokerto. LBH Pers juga menduga Galian C ini ilegal.
“Kami mendorong kepolisian mengusut tuntas kasus ini. Apalagi kalau ada dugaan pembunuhan dengan motif tabrak lari,” tegasnya.
Sebelumnya, Kapolres Mojokerto dengan pimpinan langsung dari Kapolres sendiri, berhasil mengamankan MT (55), sopir dump truck yang terlibat dalam tabrak lari tersebut. MT warga Sidoarjo. Truck yang dikendarainya bernomor polisi W 9842 NE. Pelaku tabrak lari ini telah diperiksa oleh penyidik.
Namun, penyidikan masih berlangsung dan pihak kepolisian tetap menjaga rahasia informasi yang sensitif. “Kami akan mengungkapkan informasi lebih lanjut seiring berjalannya penyidikan,” kata Iptu J Wihandoko dalam jumpa pers di ruang Lantas Polres Mojokerto, Rabu (16/8/2023).
Berdasarkan pengakuan dari pelaku, kecelakaan tersebut terjadi akibat korban yang sedang melakukan overtaking (penyalipan) dan berbenturan dengan dump truck saat pelaku mencoba menghindari gundukan pasir di pinggir jalan. Akibat benturan tersebut, korban terjatuh dan kepala korban tertindih oleh roda depan dump truck yang dikemudikan oleh pelaku. Kecelakaan ini menyebabkan korban meninggal dunia.
“Pelaku melarikan diri karena takut akan reaksi massa. Namun, pelaku berhasil ditangkap di kediamannya di Sidoarjo oleh tim Buser yang dipimpin oleh Kasat Serse,” ungkap Iptu Wihandoko.
