Loa Janan – Ancaman longsor di Kilometer 19, Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, semakin menjadi perhatian serius. Kondisi tanah yang terus mengalami pergerakan membuat warga waswas, mengingat potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan mereka. Merespons situasi ini, anggota Komisi I DPRD Kukar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi guna menilai tingkat keparahan longsor dan mencari solusi terbaik.
Camat Loa Janan, Hery Kusnadi, membenarkan bahwa sidak tersebut dilakukan pada Rabu (12/3/2024). Menurutnya, permasalahan longsor ini sudah menjadi pembahasan di tingkat DPRD, dan saat ini sedang menunggu hasil investigasi dari dinas terkait. Kajian tersebut diperlukan untuk memastikan apakah longsor ini murni disebabkan oleh faktor alam atau ada unsur lain yang berkontribusi terhadap kejadian tersebut.
“Tentu kita sangat prihatin karena ini menyangkut kehidupan masyarakat. Kami harus memastikan langkah-langkah yang tepat agar dapat mencegah kemungkinan buruk yang terjadi selanjutnya. Saat ini kami menunggu hasil rapat dengar pendapat (RDP) untuk mengetahui penyebab pasti dan tindakan yang harus diambil,” ujar Hery Kusnadi, Sabtu (15/3/2025).
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada kesimpulan terkait penyebab utama longsor. Keputusan akhir masih menunggu hasil kajian menyeluruh dari pihak pemerintah dan DPRD. Menurutnya, diperlukan pembuktian yang komprehensif untuk menentukan apakah longsor ini terjadi akibat aktivitas pertambangan di sekitar wilayah tersebut atau murni akibat faktor alam, seperti tingginya curah hujan belakangan ini.
Hery juga menyoroti bahwa selain di Desa Batuah, ada beberapa titik lain di wilayah Loa Janan yang mengalami pergeseran tanah akibat hujan ekstrem. Kondisi ini semakin meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang bermukim di daerah rawan bencana.
“Untuk relokasi warga, itu bukan keputusan yang bisa diambil secara instan. Diperlukan kajian mendalam, serta koordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), karena prosesnya memakan waktu yang cukup lama,” jelasnya.
Pihak kecamatan juga terus berkomunikasi dengan pemerintah desa guna memastikan situasi tetap kondusif di tengah masyarakat. Hery mengimbau warga untuk selalu waspada terhadap potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja, terutama mengingat intensitas hujan yang semakin meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kami akan terus memberikan pemahaman dan imbauan agar masyarakat tetap siaga terhadap kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini,” pungkasnya. (ADV).


