Loa Janan – Masyarakat Desa Bakungan, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara, kembali menyelenggarakan Musyawarah Nuzulul Quran ke-19 di Masjid Baiturrahman Jahuq. Acara ini menjadi ajang silaturahmi dan penguatan nilai-nilai keislaman bagi warga, sekaligus kesempatan bagi generasi muda untuk semakin mendalami ilmu Al-Quran.
Camat Loa Janan, Hery Kusnadi, hadir langsung membuka kegiatan ini dengan didampingi oleh Kepala Desa Bakungan, Arlusdiansyah, serta tokoh agama setempat. Acara diawali dengan pelelangan nasi tumpeng dan kue oleh ibu-ibu pelaku UMKM, yang hasilnya akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan kegiatan keagamaan di desa tersebut.
Kegiatan yang berlangsung selama sembilan hari hingga 23 Maret 2025 ini telah menjadi tradisi tahunan di Desa Bakungan. Kepala Desa Bakungan, Arlusdiansyah, berharap acara ini tidak hanya menjadi wadah pembelajaran agama, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiah di antara warga.
“Kegiatan Nuzulul Quran ini bukan sekadar peringatan, tetapi juga momen untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita. Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah daerah, yaitu ‘Kukar Idaman’ melalui gerakan ‘Etam Mengaji’, yang bertujuan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Quran,” ujar Arlusdiansyah, Ahad (16/3/2025).
Camat Loa Janan, Hery Kusnadi, mengapresiasi terselenggaranya acara ini yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Desa Bakungan dalam memperkuat budaya membaca dan memahami Al-Quran. Ia juga berharap kegiatan serupa bisa diadopsi oleh desa-desa lain di Kutai Kartanegara.
“Ini adalah kegiatan luar biasa yang harus terus dilestarikan. Dengan adanya acara seperti ini, kita tidak hanya mendekatkan diri kepada Al-Quran, tetapi juga mencetak generasi qori dan qoriah yang unggul. Kami berharap prestasi anak-anak kita dalam ajang MTQ bisa terus meningkat,” ujar Hery.
Lebih lanjut, Hery Kusnadi menyoroti pencapaian anak-anak Desa Bakungan dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kabupaten dan provinsi, yang telah beberapa kali meraih juara umum untuk kategori anak-anak.
“Kami bangga dengan generasi muda di Desa Bakungan yang telah menunjukkan bakat luar biasa dalam MTQ. Semoga prestasi ini bisa terus ditingkatkan, sehingga Kecamatan Loa Janan tetap berprestasi di ajang-ajang keagamaan yang akan datang,” lanjutnya.
Penyelenggaraan acara ini juga mendapat apresiasi karena tidak menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD), melainkan didanai melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai pihak.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Desa Bakungan dalam memanfaatkan dana CSR untuk kegiatan ini. Ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain agar kegiatan keagamaan tetap berjalan tanpa membebani anggaran desa,” pungkas Hery Kusnadi.
Dengan adanya Musyawarah Nuzulul Quran ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang mencintai Al-Quran dan mampu mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, acara ini juga memperkuat kebersamaan dan membangun karakter masyarakat yang beriman dan berakhlak mulia. (ADV).


