Javasia.idJavasia.id
    Trending

    Lewat Erau Adat Kutai 2026, HM Jamhari Ajak Masyarakat Jaga Warisan Budaya

    27 September 2026

    Pertama Kali Ikuti Puncak Erau, Basuki: Inspirasi IKN Membangun Kota Futuristik Tanpa Melupakan Budaya

    27 September 2026

    Disdikbud Kukar Buka Peluang Erau Digelar di IKN

    27 September 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Minggu, 27 September 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    Pemkab Kukar Alawi Mohammad27 September 2026367

    Disdikbud Kukar Buka Peluang Erau Digelar di IKN

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar), Heriansyah
    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar), Heriansyah (dok.Jabasia)
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email
    Kukar Idaman

    Kukar – Panggung Erau Adat Kutai berpeluang meluas hingga Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun, “membawa Erau” ke kawasan ibu kota baru bukan berarti memindahkan seluruh ritual yang selama ini dilaksanakan di Tenggarong. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar), Heriansyah, menyebut kegiatan bernuansa Erau memungkinkan digelar di IKN dengan konsep dan tata cara berbeda, yang ia istilahkan sebagai “Erau Plus”.

    Pernyataan itu disampaikan Heriansyah ketika diwawancarai pada puncak Erau Adat Kutai 2026, Minggu (27/9/2026). Menurutnya, peluang tersebut dapat dilihat dari hubungan historis dan administratif kawasan IKN dengan Kutai Kartanegara. Secara resmi, Otorita IKN mencatat penataan wilayah Nusantara berasal dari wilayah yang sebelumnya menjadi bagian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

    Heriansyah menjelaskan, perjalanan administratif kawasan tersebut mengalami perubahan seiring pemekaran wilayah. Karena itu, keterkaitan sejarah dan kebudayaan Kutai dengan kawasan yang kini menjadi IKN dinilai tetap memiliki ruang untuk diperkenalkan melalui kegiatan kebudayaan.

    “Kalau berbicara erau, memungkinkan dilaksanakan, tetapi tata caranya yang berbeda. Karena yang kita lakukan di sini adalah tata cara yang memang dari keseluruhan. Jadi erau di sana bisa saja, erau plus,” kata Heriansyah saat diwawancarai, Minggu (27/9/2026).

    Menurut Heriansyah, perbedaan tata cara menjadi hal penting apabila Erau nantinya diperkenalkan atau diselenggarakan di IKN. Erau yang berlangsung di Tenggarong memiliki rangkaian adat secara menyeluruh yang berkaitan erat dengan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Karena itu, kegiatan di luar Tenggarong dapat dikemas dalam format berbeda dengan tetap membawa nilai budaya Kutai.

    Gagasan “Erau Plus” tersebut dapat membuka ruang lebih luas bagi pertunjukan kesenian, pengenalan tradisi, hingga promosi kebudayaan Kutai kepada masyarakat yang datang dari berbagai daerah ke IKN. Kendati demikian, Heriansyah tidak menyampaikan bahwa seluruh prosesi sakral Erau akan dipindahkan ke Nusantara. Pernyataannya lebih menekankan kemungkinan menghadirkan Erau dengan bentuk yang disesuaikan.

    Konteks kewilayahan menjadi salah satu hal yang mendukung pembicaraan tersebut. Data terbaru pada laman resmi Otorita IKN mencantumkan Kawasan Strategis Nasional IKN seluas sekitar 252.660 hektare, yang terdiri atas sekitar 56.159 hektare Kawasan IKN dan 196.501 hektare kawasan pengembangan. Penataan wilayah Nusantara juga bersinggungan dengan daerah sekitar, termasuk Kukar dan PPU.

    Pada Kamis (31/7/2025), Otorita IKN bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemkab PPU dan Pemkab Kukar bahkan telah menandatangani berita acara terkait penegasan batas wilayah. Langkah tersebut dilakukan setelah survei dan pemasangan pilar batas sementara untuk memperjelas administrasi IKN dengan daerah di sekitarnya.

    Hubungan antara Erau dengan IKN juga memiliki potensi menjadi jalan untuk memperkenalkan budaya Kutai kepada publik yang lebih luas. Terlebih, Erau Adat Kutai 2026 telah masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN), sehingga penyelenggaraannya tahun ini mengikuti sejumlah standar yang menjadi perhatian Kementerian Pariwisata. Disdikbud Kukar menyebut aspek pengelolaan sampah, mitigasi risiko hingga dampak terhadap UMKM menjadi bagian yang diperhatikan dalam pelaksanaan Erau 2026.

    “Erau tahun ini sudah masuk KEN, sehingga standar pelaksanaannya harus diperhatikan. Ada standar dan target tertentu yang diminta oleh kementerian dan harus kita penuhi,” ujar Heriansyah sebelumnya.

    Status tersebut sekaligus membuat pengembangan Erau tidak hanya berkaitan dengan pelestarian ritual adat, tetapi juga bagaimana warisan budaya Kutai dapat diperkenalkan kepada pengunjung dari luar daerah. Erau 2026 berlangsung pada 20–27 September 2026, dengan beberapa rangkaian berlanjut hingga Senin (28/9/2026). Prosesi adat yang diselenggarakan antara lain Mendirikan Tiang Ayu, Beluluh, Bepelas, Mengulur Naga hingga Belimbur.

    Pada pembukaan Erau 2026, pemerintah daerah juga menegaskan bahwa masuknya pesta adat tersebut dalam KEN menjadi peluang memperluas gaung kebudayaan Kutai dan memperkuat daya tarik wisata budaya Kukar. Festival tahun ini tetap menempatkan nilai adat dan hubungan antara Kesultanan dengan masyarakat sebagai bagian utama penyelenggaraan.

    Dengan latar belakang tersebut, kemungkinan menghadirkan “Erau Plus” di IKN menjadi salah satu ruang pengembangan promosi budaya yang dapat dibahas lebih lanjut. Konsepnya, sebagaimana disampaikan Heriansyah, tidak harus menduplikasi seluruh rangkaian Erau di Tenggarong. Perbedaan tata cara justru menjadi batas penting agar pengembangan kegiatan budaya tetap berjalan tanpa menghilangkan posisi Erau sebagai tradisi yang mempunyai rangkaian adat dan nilai historis tersendiri di Kutai Kartanegara.

    Meta Deskripsi: Disdikbud Kukar membuka peluang menghadirkan “Erau Plus” di IKN dengan konsep berbeda dari rangkaian adat di Tenggarong.

    (ADV/Diskominfo/Kukar)

    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleBelimbur Jadi Puncak Erau Adat Kutai 2026, Aulia: Penyemangat Membangun Kukar
    Next Article Pertama Kali Ikuti Puncak Erau, Basuki: Inspirasi IKN Membangun Kota Futuristik Tanpa Melupakan Budaya

    Related Posts

    Belimbur Jadi Puncak Erau Adat Kutai 2026, Aulia: Penyemangat Membangun Kukar

    27 September 2026

    Desa Kahala Masuk Tiga Besar Nasional Penanganan Stunting, BPMDES Kukar Harap Jadi Terbaik

    27 September 2026

    Debit Air Mahakam Menurun, Posisi Karamba Bergeser ke Tengah

    26 September 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Lewat Erau Adat Kutai 2026, HM Jamhari Ajak Masyarakat Jaga Warisan Budaya

    27 September 2026

    Pertama Kali Ikuti Puncak Erau, Basuki: Inspirasi IKN Membangun Kota Futuristik Tanpa Melupakan Budaya

    27 September 2026

    Disdikbud Kukar Buka Peluang Erau Digelar di IKN

    27 September 2026

    Belimbur Jadi Puncak Erau Adat Kutai 2026, Aulia: Penyemangat Membangun Kukar

    27 September 2026

    Desa Kahala Masuk Tiga Besar Nasional Penanganan Stunting, BPMDES Kukar Harap Jadi Terbaik

    27 September 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.