Tenggarong – Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Hamdiah Z, melakukan kunjungan ke Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kukar. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan minat baca sekaligus memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah
Hamdiah yang merupakan anggota Komisi IV DPRD Kukar dan membidangi sektor pendidikan serta kesehatan menilai, pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga harus diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Belajar itu tidak mengenal usia,” kata Hamdiah, selasa 30/9/2026
Menurutnya, literasi menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan kualitas SDM. Karena itu, keberadaan perpustakaan tidak semestinya hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga perlu diperluas hingga ke desa-desa agar dapat dijangkau lebih banyak masyarakat
Ia berharap Dinas Kearsipan dan Perpustakaan dapat terus mengembangkan fasilitas literasi di tingkat desa, termasuk menyediakan pojok baca dan gazebo yang dilengkapi berbagai sarana edukasi. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana membaca yang menyenangkan bagi anak-anak
“Mudah-mudahan ke depannya perpustakaan dan kearsipan ini bisa memberikan fasilitas ke desa-desa, khususnya perpustakaan dan gazebo. Sarana edukasi itu diharapkan membuat anak-anak senang datang ke pojok baca,” ujarnya
Hamdiah juga mendorong agar pada 2027 dapat dialokasikan anggaran untuk tenaga yang menjaga dan mengelola gazebo literasi. Menurutnya, keberadaan petugas penting agar fasilitas tersebut dapat terawat dan dimanfaatkan secara optimal setiap hari
Ia menegaskan, DPRD Kukar akan menjalankan fungsi penganggaran, pembentukan peraturan daerah, dan pengawasan untuk mendukung program pemerintah daerah dalam memperkuat literasi hingga tingkat desa
“Kami selaku DPRD, fungsi penganggaran, pembuat peraturan daerah dan pengawasan akan kami jalankan sehingga apa yang diharapkan pemerintah dan masyarakat bisa tercapai,” jelasnya
Selain menyediakan tempat yang layak untuk membaca, Hamdiah juga menyoroti kesejahteraan para pengelola perpustakaan atau fasilitas literasi. Menurutnya, hak mereka perlu diperhatikan melalui mekanisme penganggaran yang sesuai aturan agar tidak menimbulkan persoalan hukum
Dengan penguatan fasilitas, pengelolaan, dan dukungan anggaran, ia berharap budaya membaca dapat tumbuh lebih luas. Literasi, menurutnya, harus menjadi bagian dari pembangunan SDM Kukar yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat hingga pelosok desa. (ADV/DPRD/Kukar).






