TENGGARONG – Pelaksanaan Erau 2026 dinilai tidak hanya menjadi momentum pelestarian adat dan budaya di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap pergerakan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Anggota DPRD Kukar, Hendra, mengatakan tingginya kunjungan masyarakat selama rangkaian Erau menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan aktivitas usahanya.
Menurutnya, keramaian yang tercipta selama pelaksanaan Erau mampu memberikan stimulus terhadap sektor ekonomi kreatif. Pelaku UMKM yang sebelumnya mengalami perlambatan usaha memiliki kesempatan kembali memperoleh pasar dari masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Tenggarong.
“Dari segi ekonomi kreatif itu sangat berdampak. Teman-teman UMKM pasti terbantu dan mulai hidup karena banyaknya pengunjung yang datang untuk melihat suasana Erau kita,” kata Hendra saat diwawancarai.
Ia melihat Erau menjadi salah satu momentum penting bagi UMKM lokal untuk kembali bergeliat. Terlebih, kondisi ekonomi daerah juga menghadapi sejumlah tantangan akibat perubahan aktivitas pada sektor pertambangan yang selama ini ikut menopang perekonomian masyarakat.
Kondisi tersebut, kata dia, membuat sebagian masyarakat mulai mencari alternatif sumber pendapatan dengan mengembangkan usaha kecil maupun sektor ekonomi kreatif.
“Ini bisa menjadi stimulus untuk teman-teman UMKM agar kembali bergeliat. Kita tahu dampak dari sektor ekonomi yang dipengaruhi pertambangan membuat banyak teman-teman kemudian beralih ke UMKM,” ujarnya.
Hendra menilai keberadaan UMKM dalam pelaksanaan Erau juga tidak dapat dipisahkan dari sektor pariwisata dan kebudayaan.
Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki hubungan yang saling menguatkan. Kegiatan budaya mampu menarik kunjungan wisatawan, sementara tingginya kunjungan membuka pasar bagi produk kuliner, kerajinan, suvenir, serta berbagai produk ekonomi kreatif masyarakat.
“Ada kebudayaan, ada pariwisata, dan di situ ada mata rantai UMKM yang saling menghidupi dan saling menopang,” jelasnya.
Karena itu, pelaksanaan Erau yang digelar secara rutin diharapkan dapat menjadi salah satu ruang promosi sekaligus pengembangan pasar bagi produk UMKM Kukar.
Hendra berharap manfaat ekonomi yang diperoleh pelaku usaha tidak berhenti ketika rangkaian Erau selesai. Pelaku UMKM didorong untuk memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas jaringan pasar, memperkenalkan produk, serta melakukan inovasi agar usaha yang dijalankan mampu bertahan dalam jangka panjang.
“Kegiatan Erau yang dilakukan setiap tahun menjadi pusat tersendiri buat teman-teman UMKM. Harapannya setelah Erau ini teman-teman UMKM bisa tetap eksis dan terus berinovasi,” katanya.
Menurut Hendra, keberlanjutan UMKM menjadi penting dalam upaya memperkuat struktur ekonomi masyarakat Kukar agar tidak hanya bergantung pada sektor berbasis sumber daya alam.
Dengan semakin berkembangnya sektor pariwisata, kebudayaan dan ekonomi kreatif, peluang usaha masyarakat juga dinilai semakin terbuka.
Momentum Erau pun diharapkan tidak sekadar menghadirkan keramaian tahunan, tetapi mampu menciptakan perputaran ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha lokal di Kutai Kartanegara. (ADV/DPRD/KUKAR).






