Samarinda – Anggota Fraksi PKS DPRD Kalimantan Timur, Encik Wardani telah mengangkat isu penting mengenai pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur dan dampaknya terhadap pengangguran. Dalam laporan pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2023 yang disampaikan pada rapat di Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Encik mengungkapkan keprihatinannya terhadap ketidakselarasan antara laju pertumbuhan ekonomi dan angka pengangguran.
Menurut Encik Wardani, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur mencapai 6,22 persen, namun angka pengangguran hanya menurun menjadi 5,31 persen dari target 6,50 persen.
“Angka ini tidak seimbang dengan kenaikan laju pertumbuhan ekonomi yang tumbuh 6,22 persen. Seharusnya, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar ini dapat mengurangi angka pengangguran. Namun ini tidak signifikan,” ujarnya pada Rabu, (26/6/2024)
Kenaikan Angka Prekonomian Seharusnya Beriringan dengan Pengurangan Angka Pengangguran
Encik menegaskan bahwa kenaikan angka perekonomian harusnya eriringan dengan pengurangan angka pengangguran secara signifikan. Ia mempertanyakan apakah pertumbuhan ekonomi tersebut lebih dirasakan oleh kelompok menengah ke bawah atau menengah ke atas.
“Apakah ini yang meningkat perekonomian menengah ke bawah atau menengah ke atas,” tanyanya.
Ia menggarisbawahi bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus berdampak positif terhadap seluruh lapisan masyarakat, terutama bagi rakyat bawah.
“Ini harus menjadi PR bagi pemerintah, harusnya yang meningkat perekonomian adalah rakyat bawah. Pemerintah harus menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat menengah kebawah,” tegas Encik.
Encik Ajak Pemerintah Fokus Dalam Kesejahteraan Rakyat Kecil dan Menengah
Dalam konteks ini, Encik Wardani mengajak pemerintah untuk lebih fokus pada program-program yang dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil dan menengah. Ia menekankan pentingnya keadilan sosial dan pemerataan hasil pembangunan. Dengan ini gar pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang, tetapi oleh seluruh masyarakat Kalimantan Timur.
Pernyataan Encik Wardani ini menggugah kesadaran banyak pihak. Dengan menegaskan ahwa pertumbuhan ekonomi yang baik seharusnya berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Tantangan ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah untuk memastikan bahwa kebijakan ekonomi yang diambil dapat memberikan manfaat yang merata dan adil bagi seluruh warga Kalimantan Timur.


