TENGGARONG – Penanganan turap Taman Musik Tenggarong menjadi salah satu pekerjaan yang tengah disiapkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara (Kukar).
Sebelum menentukan bentuk pekerjaan fisik, pemerintah daerah terlebih dahulu menyiapkan pemeriksaan mendalam dengan melibatkan tenaga ahli dari perguruan tinggi.
Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) dan Universitas Mulawarman (Unmul) menjadi dua institusi yang akan diajak bekerja sama.
Keterlibatan akademisi ini diperlukan untuk memperoleh gambaran teknis mengenai kondisi bangunan sekaligus mengidentifikasi faktor yang memicu pergeseran pada struktur turap.
Persoalan tersebut menjadi perhatian setelah bagian paling ujung turap menunjukkan perubahan posisi yang cukup signifikan.
Dari peninjauan sementara, area yang mengalami pergeseran diperkirakan membentang sepanjang 50 meter dan sebagian konstruksinya nyaris amblas.
Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, mengatakan pihaknya tidak ingin terburu-buru menetapkan bentuk pekerjaan sebelum mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.
“Untuk memastikan penyebabnya, dalam waktu dekat kami akan berkoordinasi dengan pihak akademisi guna melakukan kajian teknis secara menyeluruh,” ujar saat ditemui di Taman Musik pada Selasa (3/11/2026).
Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi pertimbangan dalam menentukan masa depan konstruksi yang ada.
Apabila masih memenuhi persyaratan teknis, turap berpeluang dipertahankan dengan penguatan pada bagian tertentu.
Namun, jika kondisinya tidak lagi memungkinkan, opsi pembangunan ulang juga terbuka.
Pendekatan tersebut dipilih agar penanganan tidak berhenti pada pemulihan bagian yang rusak.
Penyebab utama pergeseran harus diketahui terlebih dahulu supaya desain pekerjaan yang disusun dapat menyesuaikan kondisi sebenarnya.
“Kami tidak ingin perbaikan hanya bersifat sementara, kemudian kerusakan serupa kembali terjadi. Karena itu, kekuatan dan ketahanan konstruksi untuk jangka panjang harus menjadi perhatian utama,” jelasnya.
Dari sisi pembiayaan, PU Kukar masih menunggu rekomendasi teknis sebelum menyusun kebutuhan anggaran.
Sebab, kebutuhan biaya antara penguatan bangunan eksisting dan pembangunan ulang tentu bergantung pada hasil pemeriksaan serta lingkup pekerjaan yang ditetapkan.
Pemeriksaan tersebut ditargetkan berlangsung sepanjang November 2026.
Setelah memperoleh hasil kajian, pemerintah daerah dapat melanjutkan proses perencanaan dan mengusulkan kebutuhan pembiayaan untuk pelaksanaan pekerjaan pada tahun anggaran 2027.
Wiyono menyebut keberadaan Taman Musik memiliki arti penting dalam penataan kawasan perkotaan Tenggarong.
Karena itu, pembenahan tidak hanya menyangkut kondisi fisik turap, tetapi juga keberlangsungan fungsi kawasan sebagai salah satu ruang publik yang dikunjungi masyarakat.
Kondisi kawasan yang terpelihara juga berkaitan dengan aktivitas ekonomi di sekitarnya.
Pedagang dan pelaku UMKM menjadi bagian dari aktivitas masyarakat yang diharapkan tetap berkembang seiring terjaganya fasilitas publik tersebut.
“Terkait kemungkinan penganggaran, kami berharap apabila memungkinkan, perbaikan dapat direalisasikan pada 2027. Ketua DPRD Kukar juga telah menyampaikan dukungan agar penanganan kerusakan ini bisa ditindaklanjuti,” tutupnya. (Adv/Diskominfo/Kukar).
