Tenggarong – Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini tinggal menunggu waktu pelaksanaan. Kepastian itu menyusul terbitnya Surat Keputusan (SK) kepengurusan Partai Golkar tingkat Provinsi Kalimantan Timur pada akhir Januari 2026. Dengan keluarnya SK tersebut, tahapan Musda di tingkat kabupaten/kota dipastikan segera bergulir.
Sekretaris Jenderal DPD Partai Golkar Kukar, Johansyah, SE, M.Si, mengungkapkan bahwa rencana pelaksanaan Musda sebenarnya sudah disusun sejak tahun 2025. Namun, keputusan resmi baru bisa diambil setelah adanya SK dari pengurus provinsi. “Rencana sudah lama, tapi secara formal kami menunggu SK dari DPD I provinsi. Alhamdulillah, di akhir Januari kemarin SK itu sudah keluar,” ujarnya melalui Via Whatshap kamis 5/2/2026
Setelah SK diterbitkan, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan DPD I Partai Golkar Kalimantan Timur. Dari hasil koordinasi tersebut, lanjut Johansyah, Pengurus DPD I Partai Golkar Kalimantan Timur, akan segera mengeluarkan surat edaran kepada seluruh DPD II di 10 kabupaten/kota se-Kalimantan Timur. Edaran itu akan menjadi dasar pelaksanaan Musda secara serentak.
“Perkiraan pelaksanaan Musda berada di bulan Maret atau April 2026. Saat ini kami masih menunggu edaran resmi, tapi arahnya sudah jelas dan tinggal mematangkan teknis,” jelasnya.
Terkait bursa calon Ketua DPD Partai Golkar Kukar, Johansyah menyebutkan bahwa hingga saat ini nama Hasanuddin Mas’ud masih menjadi salah satu figur yang menyatakan siap maju. Meski demikian, peluang bagi kandidat lain tetap terbuka lebar. “Tidak menutup kemungkinan akan muncul calon-calon lain. Semua akan melalui mekanisme yang sama, sesuai aturan partai,” tegasnya.
“Ia menjelaskan, setelah panitia Musda dibentuk, akan ada Steering Committee (SC) yang membuka pendaftaran calon ketua. Proses pendaftaran dilakukan secara terbuka dan jelas, dilanjutkan dengan tahapan verifikasi pemberkasan untuk menentukan kelayakan calon. “Golkar adalah partai demokrasi. Semua berjalan sesuai prosedur dan mekanisme organisasi,” tambahnya.
Sejauh ini, beberapa nama yang mulai terdengar di internal partai antara lain Hasanudin Mas’ud, Abdul Rasid, serta Johansyah sendiri yang juga membuka peluang untuk ikut dalam kontestasi. Namun ia menegaskan, daftar final calon baru akan diketahui setelah pendaftaran resmi dibuka.
“Lebih jauh, Johansyah berharap Musda kali ini mampu melahirkan kepengurusan baru yang benar-benar solid dan progresif. Menurutnya, konstelasi politik Kukar saat ini sangat dinamis, melihat hal ini, Partai Golkar Kutai Kartanegar harus mengambil peran strategis dan kongrit
Target kami ke depan, khususnya 2029, Golkar tidak hanya menjadi partai pengusung, tetapi harus mampu melahirkan vigur yang menjadi kandidat calon bupati atau wakil bupati dari kader sendiri,” ujarnya.
Untuk diketahui, hak suara dalam Musda Golkar Kukar berasal dari 20 pimpinan kecamatan, ditambah satu suara gabungan dari pendiri dan sayap partai, serta satu suara dari DPD I provinsi, sehingga total berjumlah 22 suara. Setiap calon ketua wajib mengantongi dukungan minimal 30 persen dari total pemilik suara sebagai syarat pendaftaran. Tutup Johansyah




