TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menyiapkan kembali alokasi anggaran program beasiswa bagi siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada 2027.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan dukungan pemerintah daerah terhadap kebutuhan pendidikan tetap berlanjut, setelah pelaksanaan program tersebut tahun ini terdampak efisiensi anggaran.
Penyesuaian anggaran menyebabkan sejumlah kegiatan yang sebelumnya telah direncanakan harus ditunda.
Beasiswa yang bersumber dari komitmen pemerintah daerah juga mengalami kondisi serupa, meskipun pendataan dan perencanaan penerima telah dilakukan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah menyampaikan, alokasi untuk program beasiswa tersebut telah disiapkan kembali dalam perencanaan anggaran 2027.
“Beasiswa yang dari komitmen daerah ini kemarin memang kembali lagi terkena efisiensi. Tapi, 2027 sudah kita alokasikan kembali,” ujarnya saat ditemui di Tenggarong pada Jumat (6/11/2026).
Dalam pelaksanaannya nanti, penentuan penerima beasiswa akan mengacu pada hasil seleksi dan data pendidikan yang dimiliki pemerintah daerah.
Proses ini penting untuk memastikan bantuan diberikan kepada siswa yang memenuhi kriteria sekaligus menghindari adanya penerimaan bantuan ganda.
Disdikbud Kukar memanfaatkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai salah satu acuan dalam melakukan pemilahan data calon penerima.
Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat mengetahui siswa yang sebelumnya telah mendapatkan bantuan pendidikan dari program lain.
Siswa yang telah menerima bantuan melalui Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar (KIP), maupun program Gratis Pol akan menjadi bagian dari proses verifikasi agar tidak kembali menerima bantuan serupa.
“Kita memiliki data melalui Dapodik. Dari situ kita memilah siswa yang sudah mendapatkan bantuan, baik melalui PIP maupun Gratis Pol. Selanjutnya, data tersebut kita verifikasi,” jelasnya.
Selain program beasiswa, Pemkab Kukar juga memiliki sejumlah bentuk dukungan pendidikan lainnya.
Salah satunya melalui program seragam gratis yang telah berjalan untuk jenjang PAUD, SD, hingga SMP.
Program tersebut diperuntukkan bagi peserta didik baru tanpa membedakan latar belakang ekonomi keluarga.
Kebijakan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam membantu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah serta meringankan pengeluaran orang tua saat memasuki tahun ajaran baru.
Melalui pengalokasian kembali anggaran beasiswa pada 2027, Pemkab Kukar berharap dukungan terhadap kebutuhan pendidikan siswa SD dan SMP dapat terus berlanjut.
Pendataan dan verifikasi juga menjadi perhatian agar penyaluran bantuan nantinya tepat sasaran.
“Untuk penentuan penerima, kita mengacu pada hasil seleksi dan data yang ada. Kita juga melakukan verifikasi agar siswa yang sudah menerima bantuan dari program lain tidak kembali mendapatkan beasiswa,” tutupnya. (Adv/Diskominfo/Kukar).






