Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus mengintensifkan upaya percepatan penurunan stunting dengan memastikan intervensi berbasis data yang akurat. Dalam rangka mendukung program ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, didampingi Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kukar, H. Dafip Haryanto, menyaksikan penandatanganan berita acara serah terima data keluarga berisiko stunting (KRS) Tahun 2024 dari Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Timur, dr. Nurizky Permanajati. Acara ini berlangsung di Ruang Eksekutif Kantor Bupati Kukar, Rabu (12/3/2025).
Plt Kepala DPPKB Kukar, H. Dafip Haryanto, menjelaskan bahwa data KRS yang diserahkan akan dimanfaatkan oleh perangkat daerah di Kukar untuk memastikan program penurunan stunting berjalan efektif dan tepat sasaran.
Sebanyak 12 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menerima data tersebut meliputi Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Bappeda.
Menurut Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, dr. Nurizky Permanajati, serah terima data ini merupakan bagian dari implementasi Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting. Dengan adanya data ini, diharapkan setiap intervensi yang dilakukan pemerintah daerah dapat lebih tepat sasaran.
Sekda Kukar, Sunggono, menegaskan bahwa Pemkab Kukar telah berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menangani stunting. Ia berharap OPD yang menerima data segera mengambil langkah nyata sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Data yang valid dan analisis yang berbasis parsial akan mencegah kesalahan intervensi, sehingga program ini bisa berjalan dengan lebih efektif,” ujarnya.
Selain itu, Pemkab Kukar tidak hanya berfokus pada penanganan anak stunting yang ada, tetapi juga berkomitmen untuk mencegah munculnya kasus baru melalui program New Zero Stunting. Program ini dilakukan dengan pendampingan dan pengobatan dokter anak yang terkoordinasi dengan rumah sakit.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Pemkab Kukar optimistis dapat meningkatkan efektivitas program penanggulangan stunting dibanding tahun-tahun sebelumnya. (ADV).


