TENGGARONG – Program Safari Subuh menjadi salah satu jembatan komunikasi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dengan masyarakat.

Melalui kegiatan yang kini memasuki pelaksanaan ke-324 ini, jajaran pemerintah tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga mendengarkan aspirasi dan mengetahui persoalan yang dihadapi warga secara langsung.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan Safari Subuh dilaksanakan secara rutin sebagai upaya mendekatkan para pejabat pemerintah dengan masyarakat.

Pertemuan melalui kegiatan keagamaan tersebut membuka ruang bagi warga untuk berinteraksi langsung dengan jajaran pemerintah.

“Tujuan utama Safari Subuh adalah mendekatkan para pejabat pemerintah dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, pemerintah dapat berinteraksi secara langsung, mendengarkan aspirasi masyarakat, serta mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan mereka,” ujarnya saat ditemui di Tenggarong pada Sabtu (17/10/2026).

Menurutnya, komunikasi langsung menjadi bagian penting agar pemerintah dapat mengetahui kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Dengan demikian, berbagai persoalan yang disampaikan warga dapat menjadi bahan perhatian dalam pelaksanaan program pemerintah.

Safari Subuh juga akan terus dilaksanakan secara rutin. Masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan tersebut dipersilakan hadir di masjid yang menjadi lokasi pelaksanaan.

Selain menjadi sarana komunikasi, kegiatan ini turut berkaitan dengan upaya memperkuat fungsi masjid dalam kehidupan sosial masyarakat.

Sunggono menilai, masjid memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kegiatan yang memberikan manfaat lebih luas bagi warga di sekitarnya.

Dalam hal ini, Dewan Masjid Indonesia (DMI) turut berperan mendorong masjid agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan dan penguatan kepedulian sosial.

“Masjid harus mampu menjadi tempat untuk memperkuat solidaritas, membantu menyelesaikan persoalan sosial, dan mendorong kesejahteraan masyarakat,” kata dia.

Ia berharap, keberadaan masjid dapat memberikan manfaat nyata, terutama bagi masyarakat kurang mampu.

Peran tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan sosial, kepedulian terhadap warga yang membutuhkan bantuan, serta upaya memperkuat solidaritas di lingkungan sekitar.

Sunggono menyebut, pemerintah juga membangun kolaborasi dengan DMI agar berbagai program pemerintah dapat disinergikan dengan kegiatan yang dilaksanakan melalui rumah ibadah.

Melalui kerja sama tersebut, masjid dapat menjadi salah satu sarana untuk menyampaikan informasi mengenai program pemerintah sekaligus mendukung kegiatan sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Sinergi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan manfaat program pemerintah, sehingga tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga memperkuat keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan yang mendukung kesejahteraan bersama.

“Kami berharap kolaborasi ini terus diperkuat agar manfaat berbagai program pemerintah dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat,” tutupnya. (Adv/Diskominfo/Kukar).

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version