TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan. Dari 11 titik yang sebelumnya diusulkan, sebanyak sembilan titik disebut telah mendapatkan persetujuan.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kukar, Muslik, mengatakan program Kampung Nelayan Merah Putih pada dasarnya diarahkan untuk memberikan dukungan terhadap berbagai aktivitas usaha nelayan, mulai dari penangkapan hingga pengolahan hasil perikanan.
“Tujuannya tidak lain dan tidak bukan untuk kesejahteraan para nelayan. Dengan adanya kampung itu, aktivitas nelayan akan semakin lancar,” kata Muslik saat diwawancarai, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih nantinya diharapkan mampu menyediakan sarana yang menunjang kegiatan nelayan secara lebih terpadu.
Dukungan tersebut mencakup kebutuhan kegiatan penangkapan ikan, tempat pendaratan hasil tangkapan, pengolahan hasil perikanan, penyediaan perbekalan, hingga fasilitas yang dapat menunjang perbaikan perlengkapan maupun armada nelayan.
“Harapannya bisa berkembang. Mereka mudah melakukan aktivitasnya, baik penangkapan, pendaratan, kemudian pengolahan, termasuk penyiapan perbekalan-perbekalan untuk nelayan,” ujarnya.
Muslik menyebut, pada tahap awal Pemkab Kukar mengusulkan sebanyak 11 lokasi untuk program tersebut. Namun, dari jumlah tersebut, delapan titik memperoleh persetujuan.
Lokasinya tersebar di sejumlah kawasan pesisir maupun perairan umum daratan Kukar. Di antaranya berada di Kecamatan Marangkayu, Desa Tanjung Limau di kawasan Muara Badak, Handil Terusan, Muara Jawa Pesisir, Kuala Samboja, serta kawasan Pela dan sekitarnya di Kota Bangun.
Selain itu, program tersebut juga diarahkan ke kawasan Semayang di Kecamatan Kenohan dan Desa Jantur di Muara Muntai.
Sebaran lokasi itu memperlihatkan pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya diarahkan bagi nelayan laut, namun juga masyarakat nelayan yang menggantungkan hidup dari sungai dan danau.
Muslik menjelaskan, Kampung Nelayan Merah Putih merupakan pengembangan dari program yang sebelumnya dikenal sebagai Kampung Nelayan Maju dan Kampung Nelayan Modern.
Meski mengalami perubahan nama dan konsep, tujuan utamanya tetap sama, yakni meningkatkan kapasitas dan produktivitas masyarakat nelayan.
“Kampung nelayan merah putih ini sebenarnya ada perubahan dari Kampung Nelayan Maju, Kampung Nelayan Modern. Saat ini berubah menjadi Kampung Nelayan Merah Putih. Intinya mendorong agar nelayan itu lebih maju lagi,” jelasnya.
Ia berharap keberadaan fasilitas yang lebih lengkap nantinya dapat mempermudah aktivitas nelayan sekaligus meningkatkan hasil tangkapan maupun nilai ekonomi produk perikanan.
Menurut Muslik, penyediaan sarana pendukung menjadi penting karena selama ini nelayan masih menghadapi sejumlah persoalan dalam menjalankan aktivitasnya.
Dengan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, berbagai kebutuhan nelayan diharapkan dapat tersedia lebih dekat dengan sentra usaha mereka sehingga biaya operasional bisa ditekan dan kegiatan penangkapan maupun pengolahan hasil perikanan menjadi lebih efisien.
“Tentu kita berharap hasil tangkapannya juga makin meningkat,” pungkasnya. (ADV/DISKOMINFO/Kukar).
