Sidoarjo – Suasana sempat memanas di Desa Pepelegi dan Sawotratap, Senin (14/4/2025), saat para pedagang kaki lima (PKL) menolak pembongkaran lapak mereka. Aksi orasi dengan spanduk penolakan, bakar ban, dan blokade jalan jadi pemandangan pagi itu sebelum kehadiran Wakil Bupati Hj. Mimik Idayana mengubah tensi menjadi lebih tenang.

Ketegangan terjadi karena rencana relokasi yang dianggap mendadak oleh sebagian pedagang. Namun, Wabup Mimik hadir langsung ke lokasi dan menegaskan bahwa Pemkab Sidoarjo tidak serta-merta menggusur tanpa dasar. Ia menyebut program “Bedah Warung” sebagai salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap pelaku UMKM, dan relokasi PKL justru demi penataan lingkungan yang lebih nyaman dan tertib.

“Di tempat ini memang perlu penataan. Kami akan perintahkan relokasi. Sabar nggih,” tutur Mimik kepada para pedagang yang mengelilinginya.

Ia menjelaskan bahwa proses penertiban telah melalui prosedur, termasuk sosialisasi selama tiga bulan dan tiga kali surat peringatan.

“Saya tidak akan memotong jalan rezeki panjenengan semua. Ini soal perut. Mari berdialog. Saya juga akan memohon kepada Lotte Mart untuk menyediakan lahan,” tegasnya.

Wabup juga menyarankan agar pembongkaran dilakukan sementara demi proses normalisasi sungai di sekitar lokasi. Menurutnya, teknis pelaksanaannya akan ditangani oleh Dinas PU (Bina Marga dan SDA) dan Pemkab akan tetap mengedepankan komunikasi.

“Saya akan koordinasi dengan Pak Bupati, karena keputusan ada di tangan beliau,” tambahnya.

Respons positif pun muncul dari para pedagang. Seorang PKL bernama Saiful menyampaikan rasa terima kasih atas pendekatan humanis yang ditunjukkan Wabup.

“Alhamdulillah, saya sebagai PKL sangat berterima kasih kepada Ibu Wakil Bupati yang tidak langsung menggusur tanpa mediasi,” kata Saiful.

Beberapa saat setelah dialog, sejumlah pedagang memilih membongkar sendiri warung mereka sebagai bentuk dukungan terhadap program normalisasi sungai. Alat berat mulai bekerja di kawasan tersebut tanpa hambatan berarti, memberi sinyal bahwa komunikasi yang terbuka mampu menjadi solusi dari potensi konflik.

Wabup Mimik meninggalkan lokasi dengan pengawalan dari Kepala Satpol PP Yany Setyawan dan timnya, menandai berakhirnya aksi tanpa bentrok.

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version