Sidoarjo – Di bawah cahaya lampu pendopo Delta Wibawa yang khidmat, semangat pembaruan menyala di wajah 40 pejabat pengawas dari lingkungan Pemkab Sidoarjo. Kamis (10/4/2025), Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan II yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Pemkab Sidoarjo resmi dibuka oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi.
Pelatihan ini bertujuan mengasah kompetensi manajerial pejabat pengawas, agar lebih profesional dan responsif terhadap dinamika pelayanan publik. Program ini digelar selama 104 hari dalam format blended learning, menggabungkan metode daring sinkron, asinkron, dan klasikal. Kegiatan berlangsung di ruang kelas BKD Kabupaten Sidoarjo dan instansi masing-masing saat out class.
“Pelatihan ini bukan hanya syarat administratif. Ini proses pembentukan mentalitas kepemimpinan yang inovatif dan berwawasan jauh ke depan,” tegas Bupati H. Subandi dalam sambutannya. Ia juga mengajak peserta aktif, disiplin, serta membangun komunikasi solid antara atasan dan bawahan.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Timur, yang turut menghadirkan tenaga pengajar dari widyaiswara, perguruan tinggi, serta Pemkab Sidoarjo.
Kepala BKD Sidoarjo, Budi Basuki, menekankan bahwa PKP merupakan pelatihan strategis untuk mencetak pemimpin birokrasi yang mampu menjawab kebutuhan zaman. Ia menambahkan bahwa kompetensi manajerial kini menjadi keharusan bagi ASN struktural sesuai PP Nomor 11 Tahun 2017.
“Pejabat pengawas harus menjadi agen perubahan di unit kerjanya masing-masing. Mereka harus menghidupkan nilai-nilai dasar ASN dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” jelasnya.
Pelatihan ini diikuti oleh pejabat pengawas dari berbagai OPD, termasuk 16 orang dari badan, dinas, dan RSUD serta 24 orang dari kecamatan dan kelurahan. Dari total peserta, 20 di antaranya laki-laki dan 20 perempuan.
Peserta akan mempelajari kurikulum yang terdiri dari mata pelatihan inti, dasar, dan pilihan, sesuai pedoman pelatihan struktural. Bagi yang lulus akan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP), sementara yang belum lulus akan menerima surat keterangan partisipasi.
Dengan pelatihan ini, Pemkab Sidoarjo berharap bisa menumbuhkan budaya kerja yang lebih profesional dan kolaboratif demi mendukung pelayanan publik yang prima dan akuntabel.


