Kukar – Kalimantan Timur, khususnya kawasan sekitar Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, kini menjadi pusat migrasi ratusan ribu tenaga kerja dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka datang dengan tujuan untuk mencari nafkah, bekerja dalam berbagai sektor, seperti konstruksi, konsultan, hingga pengusaha. Fenomena ini pun menarik perhatian pemerintah daerah, khususnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Kartanegara (Kukar), yang bertanggung jawab untuk memfasilitasi administrasi kependudukan warga yang datang ke wilayah ini.
Kepala Disdukcapil Kukar, Iriyanto, menjelaskan bahwa kedatangan pekerja dari luar daerah tidak menjadi masalah, meskipun mereka mayoritas datang dengan status sebagai pekerja temporer. Menurutnya, setiap individu memiliki hak untuk memilih apakah ingin pindah domisili atau tetap berada di daerah asalnya. “Ada yang ingin pindah domisili, ada juga yang tidak. Kami di Disdukcapil sudah memiliki sistem kepengurusan yang memudahkan, baik untuk mereka yang ingin pindah maupun tetap berdomisili di daerah asal,” ujar Iriyanto saat ditemui di kantornya pada Senin lalu.
Layanan Kependudukan Berbasis Teknologi
Seiring dengan perkembangan jumlah pekerja yang datang, Disdukcapil Kukar berupaya untuk meningkatkan layanan administrasi kependudukan bagi masyarakat. Salah satu inovasi yang telah dilakukan adalah pengembangan layanan berbasis teknologi untuk memudahkan warga dalam mengurus perpindahan domisili. Iriyanto menjelaskan bahwa semua layanan administrasi kependudukan kini dapat diakses secara mandiri melalui ponsel dengan layanan online. Bagi mereka yang lebih memilih layanan tatap muka, mereka dapat mengunjungi kantor desa, kelurahan, kecamatan, Mal Pelayanan Publik (MPP), atau langsung datang ke kantor Dinas di Kabupaten Kukar.
“Sistem ini dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi warga yang ingin mengurus administrasi kependudukan, baik secara online maupun langsung. Dengan kemudahan ini, diharapkan warga bisa memilih tempat yang paling nyaman bagi mereka,” tambah Iriyanto. Inovasi layanan berbasis digital ini menjadi solusi bagi warga yang datang dari berbagai penjuru Indonesia, mengingat proses administrasi kependudukan yang sebelumnya cukup rumit kini bisa dilakukan dengan mudah.
Fenomena Migrasi Tenaga Kerja yang Signifikan
Jumlah tenaga kerja yang datang ke Kalimantan Timur, khususnya kawasan IKN Nusantara, tercatat sangat signifikan. Iriyanto mengungkapkan bahwa bukan hanya ribuan, tetapi bahkan bisa mencapai jutaan orang yang datang ke wilayah ini, baik sebagai tenaga kerja, konsultan, maupun pengusaha. Namun, mayoritas dari mereka datang dengan tujuan sementara untuk bekerja pada proyek pembangunan IKN Nusantara.
“Bukan hanya ribuan, tetapi juga bisa jutaan orang datang ke wilayah ini, baik sebagai tenaga kerja, konsultan, maupun pengusaha. Jika mereka ingin pindah domisili, kami siap memfasilitasi. Namun, mengingat sebagian besar pekerja ini bersifat sementara, banyak yang memilih untuk tidak mengurus perpindahan domisili,” ungkap Iriyanto.
Meskipun pekerja datang dalam jumlah yang besar, sebagian besar mereka memilih untuk tidak mengurus proses perpindahan domisili karena masa tinggal yang bersifat temporer. Iriyanto menjelaskan bahwa meskipun demikian, Disdukcapil Kukar tetap siap memberikan layanan bagi mereka yang ingin melakukan perubahan data kependudukan, termasuk perubahan domisili.
Keterbatasan Kantor Disdukcapil di IKN Nusantara
Hingga saat ini, wilayah IKN Nusantara sendiri belum memiliki kantor Disdukcapil yang beroperasi. Oleh karena itu, pelayanan administrasi kependudukan sementara ini masih dilakukan di wilayah penyangga, seperti di Kecamatan Samboja dan Loa Janan yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara. Disdukcapil Kukar juga membuka akses untuk masyarakat yang datang ke wilayah lain seperti Penajam Pasir Utara, yang juga menjadi bagian dari wilayah penyangga IKN Nusantara.
“Mengingat wilayah IKN Nusantara belum memiliki kantor Disdukcapil sendiri, maka pelayanan administrasi kependudukan masih dilaksanakan di wilayah penyangga. Masyarakat yang berdomisili di sekitar wilayah IKN, baik di Kecamatan Samboja, Loa Janan, atau Penajam Pasir Utara, tetap bisa mengakses layanan kami,” jelas Iriyanto. Hal ini juga menjadi upaya untuk mempercepat layanan administrasi bagi masyarakat yang datang untuk bekerja dalam proyek IKN Nusantara.
Dukungan Pemerintah Daerah untuk Pembangunan IKN Nusantara
Pemerintah daerah berharap agar kemudahan layanan kependudukan ini dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang datang ke wilayah IKN Nusantara, baik yang memutuskan untuk pindah domisili maupun tetap bertahan di daerah asal mereka. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat mendukung kelancaran pembangunan IKN Nusantara sebagai proyek besar yang diharapkan menjadi pusat perekonomian dan pemerintahan di Indonesia.
“Dengan layanan kependudukan yang lebih mudah dan cepat, kami berharap warga, baik yang sementara maupun yang menetap, bisa lebih nyaman dalam menjalankan aktivitas mereka di wilayah ini. Langkah ini juga akan mempercepat tercapainya tujuan pembangunan IKN Nusantara,” kata Iriyanto.
Pemerintah daerah pun terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warga yang datang dari luar daerah. Salah satu bentuk komitmen tersebut adalah dengan terus mengembangkan sistem pelayanan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat yang semakin beragam. Dengan adanya inovasi layanan ini, Disdukcapil Kukar berharap bisa mendukung pembangunan IKN Nusantara, sekaligus memastikan bahwa administrasi kependudukan berjalan dengan lancar dan efisien.
Penutup
Perpindahan domisili para pekerja yang datang ke Kalimantan Timur, khususnya wilayah IKN Nusantara, menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah daerah. Dengan adanya layanan kependudukan yang mudah dan berbasis teknologi, diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan administrasi bagi masyarakat, terutama yang datang untuk bekerja dalam proyek pembangunan IKN Nusantara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendukung kelancaran pembangunan dan mempercepat transformasi wilayah tersebut.
