Sidoarjo – Kondisi rumah tidak layak huni masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Sidoarjo. Salah satu kasusnya ditemukan di Desa Randegan RT 6 RW 2, Kecamatan Tanggulangin. Rumah milik Pak Selamin (70) mengalami kerusakan parah pada bagian atap dan dinding, sehingga memerlukan perhatian dan bantuan segera.
Pak Selamin mengungkapkan bahwa dirinya telah berulang kali melaporkan kondisi rumahnya kepada pamong desa. Bahkan, aparat desa telah meninjau langsung kondisi rumah tersebut. Namun, hingga saat ini, belum ada tindak lanjut atau solusi yang diberikan.
“Sudah dua tahun rumah saya seperti ini, rusak dan bocor. Saya sangat berharap ada bantuan, dari siapa saja, terutama pemerintah. Jangan sampai rumah saya roboh dulu baru ada tindakan,” ujar Pak Selamin dengan nada penuh harap saat ditemui pada Rabu (11/12/2024).
Ketua RT 6 RW 2 Desa Randegan, M. Lazim, menyatakan bahwa dirinya mengetahui adanya program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari pemerintah. Ia berharap semua warga yang membutuhkan, termasuk Pak Selamin, bisa mendapatkan bantuan tersebut.
“Program RTLH ini sudah disiapkan oleh pemerintah, jadi sangat disayangkan jika tidak terserap dengan baik. Apalagi, program ini memang ditujukan untuk membantu warga yang benar-benar membutuhkan,” jelas M. Lazim.
Ia juga menyoroti pentingnya sosialisasi program agar masyarakat mengetahui adanya bantuan tersebut.
“Banyak warga yang mungkin belum tahu soal program ini, entah karena minimnya informasi atau kurangnya sosialisasi. Ini jadi tugas kita bersama agar program ini tepat sasaran,” tambahnya.
Loetfi, salah satu tetangga Pak Selamin, turut prihatin dengan kondisi rumah tersebut. Ia berharap pemerintah segera memberikan perhatian kepada Pak Selamin melalui program RTLH.
“Kondisi rumah Pak Selamin memang sangat tidak layak huni. Sudah sewajarnya pemerintah turun tangan untuk membantu,” ujar Loetfi.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa program perbaikan RTLH di Desa Randegan saat ini masih berlangsung. Bahkan, rumah warga yang lokasinya berdekatan dengan rumah Pak Selamin sedang direnovasi melalui program tersebut.
Namun, fakta ini justru menambah keprihatinan, mengingat rumah Pak Selamin yang kondisinya jauh lebih parah belum tersentuh oleh program tersebut. M. Lazim berharap adanya evaluasi agar program RTLH dapat lebih tepat sasaran dan menyentuh warga yang benar-benar membutuhkan.
Pak Selamin dan warga lainnya berharap pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, segera memberikan perhatian lebih terhadap persoalan rumah tidak layak huni di wilayahnya. Program RTLH diharapkan dapat menjadi solusi nyata bagi warga seperti Pak Selamin, yang selama ini hidup dalam kondisi memprihatinkan.
“Semoga program ini tidak hanya sekadar ada, tapi juga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan,” pungkas M. Lazim.
Dengan perhatian yang lebih serius dan distribusi bantuan yang tepat sasaran, persoalan rumah tidak layak huni di Sidoarjo diharapkan dapat diminimalkan sehingga masyarakat bisa tinggal di tempat yang layak dan aman.
