Javasia.idJavasia.id
    Trending

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    PKK Tulangan Bahas “Duwik”, Dorong Bijak Kelola Uang

    22 Juli 2026

    Pemkab Sidoarjo Siapkan Wajah Baru Sentra Kuliner Gajah Mada, Konsep Modern untuk Bangkitkan UMKM

    22 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Sabtu, 25 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    Daerah Lutfi24 Desember 20242

    Jufri Rahman Imbau Warga dan Nelayan Sulsel Tingkatkan Kewaspadaan di Tengah Cuaca Ekstrem

    Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Jufri Rahman
    Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Jufri Rahman
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email

    Makasar – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Jufri Rahman, mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Hujan deras yang mengguyur menyebabkan banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah, sehingga memicu kekhawatiran terhadap keselamatan warga.

    Dalam pernyataannya pada Minggu, 22 Desember 2024, Jufri Rahman menegaskan bahwa masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana, terutama daerah yang menjadi langganan banjir dan tanah longsor, sebaiknya segera mengungsi ke tempat yang lebih aman. Ia menyebut langkah ini sebagai upaya penting untuk menghindari risiko korban jiwa maupun kerugian harta benda.

    “Bagi masyarakat yang tinggal di daerah yang sudah menjadi langganan banjir dan rawan longsor sebaiknya mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk sementara waktu,” ujar Jufri Rahman.

    Tujuh Daerah Rawan Bencana

    Menurut Jufri Rahman, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel telah memetakan tujuh daerah rawan bencana di provinsi tersebut. Daerah-daerah yang menjadi prioritas perhatian meliputi Kota Makassar, Maros, Gowa, Barru, Parepare, Jeneponto, dan Kabupaten Soppeng. Kondisi geografis serta intensitas hujan tinggi di wilayah-wilayah ini membuatnya sangat rentan terhadap bencana alam.

    “Tujuh daerah rawan bencana ini harus jadi perhatian. Kepala daerahnya diharapkan siaga, jangan meninggalkan daerahnya. Tetap berada di lokasi untuk memantau langsung perkembangan situasi dan memastikan langkah antisipasi berjalan dengan baik,” tegas Jufri Rahman.

    Penjabat Gubernur Sulsel, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh kepala daerah di Sulsel untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Surat tersebut juga memberikan arahan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti BPBD, Dinas Sosial, dan Dinas Pekerjaan Umum (PU), agar tetap bersiaga dalam menghadapi segala kemungkinan yang terjadi.

    “Sudah ada surat edaran yang dikirimkan ke semua kepala daerah sebagai langkah antisipasi dan mitigasi dalam menghadapi cuaca ekstrem ini,” imbuh Jufri Rahman.

    Peringatan untuk Nelayan

    Tidak hanya masyarakat di wilayah daratan, Jufri Rahman juga memberikan peringatan khusus kepada para nelayan di Sulsel. Cuaca ekstrem yang disertai angin kencang dan gelombang laut tinggi dapat membahayakan keselamatan aktivitas melaut.

    “Nelayan juga hati-hati ketika melaut, jangan memaksakan ketika gelombang laut tinggi. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” pesannya.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di perairan Sulawesi Selatan. BMKG juga memprediksi curah hujan lebat masih akan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan, dengan potensi banjir bandang di daerah dataran rendah serta bantaran sungai.

    Langkah-Langkah Penanganan

    Sebagai respons atas situasi ini, Jufri Rahman menginstruksikan agar posko-posko bencana segera diaktifkan di wilayah rawan. Posko tersebut akan menjadi pusat koordinasi penanganan bencana sekaligus tempat pengungsian sementara bagi warga terdampak.

    Ia juga meminta BPBD dan Dinas Sosial untuk memastikan ketersediaan logistik, seperti makanan, obat-obatan, dan perlengkapan darurat lainnya. “Kami berharap semua OPD terkait dapat bekerja sama dengan baik. Pastikan semua kebutuhan warga yang terdampak terpenuhi. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk melindungi masyarakat dari dampak cuaca ekstrem,” jelasnya.

    Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum diinstruksikan untuk segera memeriksa dan memperbaiki infrastruktur yang berpotensi terdampak, seperti saluran drainase, tanggul, dan jalan yang rentan longsor. Koordinasi lintas sektor juga diharapkan agar langkah-langkah penanganan dapat berjalan lebih efektif.

    Kesadaran dan Solidaritas Masyarakat

    Jufri Rahman juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menghadapi cuaca ekstrem ini. Ia mengimbau agar masyarakat senantiasa memantau informasi resmi dari BMKG atau pihak berwenang lainnya. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi tidak valid yang beredar di media sosial.

    “Kesadaran masyarakat sangat penting. Pastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi. Jangan panik, tapi tetap waspada,” kata Jufri Rahman.

    Ia juga mengajak masyarakat untuk saling membantu, khususnya bagi warga yang membutuhkan bantuan selama proses evakuasi. “Solidaritas antarwarga sangat diperlukan. Jika ada tetangga atau kerabat yang membutuhkan bantuan, mari kita bantu bersama-sama,” tambahnya.

    Dampak Cuaca Ekstrem

    Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah daerah di Sulawesi Selatan telah melaporkan dampak serius akibat cuaca ekstrem. Di Kabupaten Gowa, banjir merendam puluhan rumah warga, sementara tanah longsor di Maros menghambat akses jalan utama. Di Kota Makassar, genangan air di beberapa titik menyebabkan terganggunya aktivitas masyarakat.

    Pemerintah daerah bergerak cepat menangani dampak bencana ini. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan telah dikerahkan untuk membantu evakuasi warga, membersihkan material longsor, serta memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

    Langkah-langkah strategis dan kesigapan seluruh pihak diharapkan dapat meminimalkan dampak yang ditimbulkan, sekaligus memastikan keselamatan dan keamanan masyarakat Sulawesi Selatan selama periode cuaca ekstrem ini.

    Jufri Rahman Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel)
    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleMantan Bupati Sidoarjo, Divonis Hakim Tipikor 4 Tahun 6 Bulan dan Kembalikan Uang Rp 1,4 Milliar
    Next Article Sosialisasi e-Katalog V 6.0: Langkah DPRD Sidoarjo Tingkatkan Kerja Sama dengan Media

    Related Posts

    HUT Ke-48 Perumda Delta Tirta, Bupati Subandi Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Disiplin Kerja

    7 Juli 2026

    Musdes Loa Duri Ulu Susun RKPDes 2027, Prioritaskan Aspirasi Warga

    1 Juli 2026

    Dukungan Program MBG Menguat, Ribuan Warga Sidoarjo Gelar Aksi Damai

    30 Juni 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    HUT Ke-48 Perumda Delta Tirta, Bupati Subandi Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Disiplin Kerja

    7 Juli 2026

    Kukar Larang Perdagangan Daging Anjing, Kucing, dan Kera Demi Lindungi Kesehatan Masyarakat

    3 Juli 2026

    HM Jamhari Dorong Budaya dan Wisata Gunung Kelapis

    3 Juli 2026

    Musdes Loa Duri Ulu Susun RKPDes 2027, Prioritaskan Aspirasi Warga

    1 Juli 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.