Javasia.idJavasia.id
    Trending

    PKK Tulangan Bahas “Duwik”, Dorong Bijak Kelola Uang

    22 Juli 2026

    Pemkab Sidoarjo Siapkan Wajah Baru Sentra Kuliner Gajah Mada, Konsep Modern untuk Bangkitkan UMKM

    22 Juli 2026

    Safari Pendidikan Hukum Muhammadiyah Mojokerto Perkuat Perlindungan Peserta Didik di Sekolah

    20 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Kamis, 23 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    Daerah Lutfi28 Januari 20253

    FKUB Kediri Gelar FGD, Tolak Usulan Polri di Bawah Kemendagri

    Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kediri menggelar Forum Group Discussion (FGD) membahas transformasi kepolisian dalam penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan di Fave Hotel, Selasa (28/1/2025).
    Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kediri menggelar Forum Group Discussion (FGD) membahas transformasi kepolisian dalam penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan di Fave Hotel, Selasa (28/1/2025).
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email

    Kediri – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kediri menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertema transformasi kepolisian dalam penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan, Selasa (28/1/2025) di Fave Hotel. Diskusi ini melibatkan berbagai tokoh agama, masyarakat, akademisi, media, dan ahli hukum. Salah satu hasil utama FGD ini adalah penolakan terhadap gagasan menggeser Polri di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

    Ketua FKUB Kabupaten Kediri, KH David Fuadi, menegaskan bahwa usulan tersebut bukan hanya tidak relevan, tetapi juga dianggap sebagai sebuah kemunduran. Ia menyebut bahwa Polri sebagai institusi yang berada langsung di bawah Presiden telah menunjukkan kinerja yang cukup baik, meskipun masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi.

    “Kami berharap kinerja Polri semakin profesional, berkualitas, berkeadilan, dan transparan. Selain itu, kami juga meminta agar revisi KUHAP yang digagas oleh sebagian pihak tidak perlu dilanjutkan. Menurut kami, hal ini justru dapat menimbulkan tumpang tindih dengan lembaga lainnya,” ujar KH David Fuadi.

    Kekhawatiran Akan Kemunduran Sistem

    Dalam penjelasannya, KH David menyoroti bahwa langkah untuk menempatkan Polri di bawah Kemendagri bertentangan dengan semangat reformasi. Ia mengingatkan bahwa kebijakan menempatkan Polri langsung di bawah Presiden, yang dimulai sejak era Presiden keempat KH Abdurrahman Wahid, adalah bagian dari transformasi besar untuk meningkatkan profesionalisme Polri.

    “Sejak Polri dipisahkan dari TNI dan langsung berada di bawah Presiden, banyak kemajuan yang telah dicapai. Memindahkan Polri ke Kemendagri justru akan menghambat proses reformasi ini,” tegasnya.

    Meski demikian, KH David tidak menampik bahwa masih ada perilaku menyimpang oleh sejumlah oknum. Namun, ia menegaskan bahwa solusi atas permasalahan tersebut tidak terletak pada perubahan struktur institusi, melainkan pada pembenahan internal dan peningkatan pengawasan.

    Perspektif Akademisi

    Dalam kesempatan yang sama, akademisi hukum Dr. Sapta Andaruisworo menekankan pentingnya peran berbagai elemen masyarakat dalam mendukung transformasi Polri. Ia mengapresiasi pelaksanaan FGD ini sebagai wadah untuk mengumpulkan pandangan dan masukan konstruktif terkait perbaikan sistem penegakan hukum di Indonesia.

    “Transformasi Polri harus didasarkan pada masukan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, akademisi, dan praktisi hukum. Dalam konteks ini, gagasan revisi KUHAP dan wacana penempatan Polri di bawah Kemendagri menurut kami belum tepat dan tidak mendukung cita-cita reformasi,” kata Dr. Sapta.

    Ia menambahkan, wacana ini justru dapat menimbulkan kekhawatiran terkait independensi Polri dalam menjalankan tugasnya. Oleh karena itu, fokus perbaikan sebaiknya diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, transparansi, dan akuntabilitas dalam penegakan hukum.

    Dukungan untuk Reformasi Polri

    Diskusi yang berlangsung selama beberapa jam tersebut menghasilkan beberapa rekomendasi penting, di antaranya adalah mendukung langkah-langkah transformasi Polri yang berfokus pada transparansi dan profesionalisme. Para peserta FGD juga menyerukan penguatan sistem pengawasan internal serta pembenahan di berbagai lini operasional Polri tanpa harus mengubah struktur institusi.

    “Kami sepakat bahwa pembenahan memang diperlukan, tetapi tidak dengan cara yang mengubah struktur dasar institusi. Justru hal ini berpotensi melemahkan kredibilitas Polri di mata masyarakat,” ujar salah satu peserta dari kalangan tokoh masyarakat.

    Hasil FGD FKUB Kabupaten Kediri menegaskan bahwa gagasan menempatkan Polri di bawah Kemendagri bukanlah solusi yang tepat untuk memperbaiki sistem penegakan hukum di Indonesia. Sebaliknya, peningkatan profesionalisme, penguatan pengawasan, dan perbaikan internal dianggap sebagai langkah yang lebih relevan.

    FGD ini diakhiri dengan penegasan pentingnya menjaga independensi Polri sebagai institusi penegak hukum yang berada langsung di bawah Presiden. Hal ini diharapkan dapat memastikan bahwa Polri tetap mampu menjalankan tugasnya dengan kredibel, adil, dan transparan, demi kepentingan masyarakat luas.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous Article13 Pelajar SMPN 7 Mojokerto Terseret Ombak, 3 Tewas dan 1 Masih Hilang, Sekjen KPA Jatim: Usut Tuntas
    Next Article Sidak RTLH, Plt Bupati Sidoarjo Tinjau Kondisi Memprihatinkan Warga Desa Jati

    Related Posts

    HUT Ke-48 Perumda Delta Tirta, Bupati Subandi Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Disiplin Kerja

    7 Juli 2026

    Musdes Loa Duri Ulu Susun RKPDes 2027, Prioritaskan Aspirasi Warga

    1 Juli 2026

    Dukungan Program MBG Menguat, Ribuan Warga Sidoarjo Gelar Aksi Damai

    30 Juni 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    HUT Ke-48 Perumda Delta Tirta, Bupati Subandi Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Disiplin Kerja

    7 Juli 2026

    Kukar Larang Perdagangan Daging Anjing, Kucing, dan Kera Demi Lindungi Kesehatan Masyarakat

    3 Juli 2026

    HM Jamhari Dorong Budaya dan Wisata Gunung Kelapis

    3 Juli 2026

    Musdes Loa Duri Ulu Susun RKPDes 2027, Prioritaskan Aspirasi Warga

    1 Juli 2026

    Bupati Kukar Dorong Digitalisasi MPP Hingga Kecamatan dan Desa

    1 Juli 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.