Javasia.idJavasia.id
    Trending

    Rumah Aspirasi Fasilitasi Kolaborasi PKS Kaltim dan Relawan Gerbang Mulawarman Fire Figh Hadapi Karhutla

    9 September 2026

    Fraksi PKS Kaltim Surati Pimpinan DPRD soal BBM dan Pemadaman Listrik PLN

    7 September 2026

    Ruang Fiskal Terbatas, Pemkab Kukar Siapkan Rasionalisasi APBD 2026

    7 September 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Rabu, 9 September 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    Pemkab Kutim Lutfi13 Februari 202510

    Upaya Serius TPPS Kutim: Verifikasi Data dan Intervensi Gizi di Kaliorang

    Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kutai Timur (Kutim), Achmad Junaidi B memimpin program jemput bola di Desa Citra Manunggal Jaya, Kecamatan Kaliorang, Rabu (12/2/2025).
    Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kutai Timur (Kutim), Achmad Junaidi B memimpin program jemput bola di Desa Citra Manunggal Jaya, Kecamatan Kaliorang, Rabu (12/2/2025).
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email

    Kaliorang – Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kutai Timur (Kutim), Achmad Junaidi B, menekankan pentingnya pola asuh, pemutakhiran data, dan evaluasi kesejahteraan warga dalam upaya penanganan stunting di Kecamatan Kaliorang. Hal ini ditegaskan setelah melakukan pengecekan langsung di dua lokus yang menjadi fokus kunjungan kerja lapangan cap jempol stop stunting TPPS Kutim di Desa Citra Manunggal Jaya, Kecamatan Kaliorang, Rabu (12/2/2025).

    “Pemutakhiran data sangat diperlukan mengingat ada warga yang telah berpindah tempat tinggal dua tahun lalu ke lokasi baru di dekat tempat usahanya,” ucap Junaidi yang juga menjabat Kepala DPPKB Kutim.

    Selain itu, evaluasi kesejahteraan juga menjadi hal yang penting, terutama bagi warga yang bekerja sebagai pengusaha ayam potong. “Kita perlu memastikan data yang akurat agar program yang dijalankan tepat sasaran,” ujarnya.

    Di Desa Bangun Jaya, TPPS Kutim menemukan kasus anak yang mengalami perubahan status gizi mendekati stunting. Orang tua anak tersebut bekerja sebagai penjual ayam, namun pola asuh yang kurang tepat menjadi salah satu faktor penyebab masalah ini.

    “Anak dibiarkan bermain handphone saat makan, sehingga asupan gizi tidak terpantau dengan baik. Untuk itu, pemberian makanan tambahan (PMT) dinilai sangat diperlukan,” jelas Junaidi.

    Sementara itu, di Desa Citra Manunggal Jaya, program rehabilitasi rumah layak huni juga menjadi kebutuhan mendesak. Masalah pola asuh kembali menjadi sorotan, pasalnya anak-anak jarang dibawa ke posyandu untuk pemeriksaan kesehatan rutin.

    “Ini menjadi perhatian serius karena pola asuh yang baik sangat menentukan tumbuh kembang anak,” tambah Junaidi.

    Junaidi berharap, Camat dan Kepala Desa di Kaliorang dapat bekerja sama dalam mengedukasi warga tentang pentingnya pola asuh yang baik.

    “Kami membutuhkan dukungan dari semua pihak, terutama dalam hal edukasi dan pendampingan kepada warga,” pesan Junaidi didampingi Plt Sekretaris DPPKB BB Partomuan dan para Kabid DPPKB, para Kades, unsur Muspika, serta Perangkat Daerah terkait yang tergabung dalam TPPS.

    Senada, Camat Kaliorang Rusmono mengingatkan pentingnya peningkatan sosialisasi dan edukasi oleh Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) guna mengatasi persoalan stunting di Kecamatan Kaliorang.

    “Lokus di Desa Citra Manunggal Jaya orang tuanya sibuk bekerja, sementara anak-anak kurang mendapat perhatian. Ditambah lagi, sosialisasi di masyarakat masih kurang. Oleh karena itu, kami harap PLKB dan TPK bisa turun langsung untuk mengedukasi warga,” pintanya.

    Walaupun ada penurunan angka stunting, TPPS kecamatan akan melakukan crosscheck langsung ke lapangan untuk memastikan akurasi data.

    “Kami akan mengumpulkan Kepala Desa, RT, dan TPK untuk membahas langkah-langkah konkret, termasuk mengidentifikasi penyebab stunting atau Kekurangan Risiko Stunting,” jelasnya.

    Selain pola asuh, masalah sanitasi juga menjadi perhatian pihaknya. Sebagian besar wilayah telah memiliki akses air bersih, jamban sehat, dan listrik, namun ada warga di daerah kebun yang belum terjangkau jaringan pipa induk PDAM.

    “Di Simpang Empat, misalnya, belum ada PDAM. Namun, rencananya tahun ini akan dipasang jaringan menuju Sangkulirang, yang diharapkan dapat membantu mengurangi risiko stunting di Citra Manunggal Jaya,” tambahnya.

    Dari 143 keluarga berisiko stunting di Kaliorang, TPPS optimis angka ini akan terus berkurang dengan upaya verifikasi dan intervensi yang lebih intensif. “Kami yakin, dengan kerja sama semua pihak, penanganan stunting di Kaliorang akan semakin membaik,” pungkasnya.

    Usai kunjungan lapangan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan data keluarga berisiko stunting di Kantor Camat Kaliorang. Selanjutnya, dilakukan penyerahan bantuan paket gizi PMT Stunting kepada keluarga yang membutuhkan dari BAZNAS Kutim. Selain itu, terdapat pula penyerahan penunjang kinerja untuk PLKB Kutim.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePedagang Kaki Lima Pepelegi-Sawotratap Protes Rencana Penggusuran: Menjelang Puasa, Nasib Kami Terancam
    Next Article Mojokerto Diguncang Kasus Pemerkosaan Siswi SMP oleh Satpam Sekolah, Komnas PA Jatim Siap Beri Pendampingan

    Related Posts

    DPRD dan Pemkab Kutim Fokus Perkuat Regulasi

    6 Mei 2026

    7.500 Lebih Kunjungi Pameran Kebudayaan Islam Kutim di Masjid Al Faruq

    23 November 2025

    Disdikbud Kutim Siapkan Pelatihan dan Sertifikasi Pelatih Seni 2026

    23 November 2025

    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Rumah Aspirasi Fasilitasi Kolaborasi PKS Kaltim dan Relawan Gerbang Mulawarman Fire Figh Hadapi Karhutla

    9 September 2026

    Fraksi PKS Kaltim Surati Pimpinan DPRD soal BBM dan Pemadaman Listrik PLN

    7 September 2026

    Ruang Fiskal Terbatas, Pemkab Kukar Siapkan Rasionalisasi APBD 2026

    7 September 2026

    Maulid Nabi di Jembayan, Jamhari Serukan Keteladanan

    7 September 2026

    Bupati Subandi Serahkan Kursi Roda kepada Tiga Warga Wonoayu, Dorong Mereka Kembali Beraktivitas

    7 September 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.