Javasia.idJavasia.id
    Trending

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    PKK Tulangan Bahas “Duwik”, Dorong Bijak Kelola Uang

    22 Juli 2026

    Pemkab Sidoarjo Siapkan Wajah Baru Sentra Kuliner Gajah Mada, Konsep Modern untuk Bangkitkan UMKM

    22 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Jumat, 24 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    Hukum Dini13 Februari 20254

    Pedagang Kaki Lima Pepelegi-Sawotratap Protes Rencana Penggusuran: Menjelang Puasa, Nasib Kami Terancam

    Puluhan PK5 Pepelegi,-Sawotratap saat menyampaikan keresahannya ,Rabu(12/2/2025)(Foto:Dian).
    Puluhan PK5 Pepelegi,-Sawotratap saat menyampaikan keresahannya ,Rabu(12/2/2025)(Foto:Dian).
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email

    Sidoarjo – Puluhan pedagang kaki lima (PK5) di wilayah Pepelegi-Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, menggelar protes setelah menerima surat pemberitahuan pelanggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (BBWS Brantas), Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Sidoarjo, serta Satpol PP Sidoarjo pada Rabu (12/2/2025). Mereka menolak rencana penggusuran yang dianggap dapat menghilangkan sumber penghidupan mereka.

    Tito Pradopo, yang akrab disapa Bung Tito, selaku penasihat para pedagang, menegaskan bahwa tindakan penggusuran akan merugikan masyarakat kecil. Ia menyatakan akan mengirim surat keberatan kepada pihak terkait agar penggusuran dapat dibatalkan.

    “Jangan sampai ada penggusuran. Kasihan rakyat kecil, mereka mencari makan dari tempat ini. Karena ini terkait dengan mata pencaharian mereka setiap hari, kita akan berusaha berkirim surat agar mendapat solusi yang adil,” ujar Bung Tito kepada wartawan.

    Ia juga menyoroti kesalahan informasi yang disampaikan dalam surat dari Kementerian Dirjen Sumber Daya Air. Menurutnya, keberadaan PK5 tidak mengganggu lingkungan sekitar.

    “Kalau tetap dibongkar, kami akan tetap melakukan aksi penolakan. Tapi kami pastikan tidak akan anarkis,” tambahnya.

    Kekhawatiran Menjelang Bulan Puasa

    Ketua Paguyuban PK5, Pak Buyung (59), yang juga seorang pedagang, meminta pemerintah untuk tidak menggusur mereka. Ia menyoroti ketidakjelasan komunikasi antara pihak berwenang dengan pedagang mengenai rencana penertiban.

    “Satu hal yang perlu diingat, sebentar lagi bulan puasa, kemana kami akan mencari nafkah? Rata-rata para pedagang di sini sudah berusia lanjut dan sulit mencari pekerjaan lain,” ungkapnya.

    Ia juga mengungkapkan kekecewaannya karena pedagang tidak pernah diajak berdiskusi mengenai rencana pembongkaran.

    “Kami sudah bersurat, tapi tidak pernah dibalas. Pemerintah saat ini menggembar-gemborkan UMKM naik kelas, tapi kami malah diusir sebelum bisa berkembang. Jika tetap dibongkar, kami akan melakukan aksi damai sebagai bentuk protes,” tegas Pak Buyung yang akrab disapa Daeng Siruah.

    Ia juga membantah tuduhan bahwa PK5 menjadi penyebab banjir di daerah tersebut.

    “Setelah normalisasi di Pepelegi, tidak ada banjir lagi. Tapi sekarang alasannya berubah menjadi mengganggu ketertiban umum. Kami bingung, gangguan seperti apa yang dimaksud?” tambahnya.

    Menurut Daeng Siruah, pemerintah harus mempertimbangkan aspek sosial dan kemanusiaan dalam menjalankan tugasnya.

    “Pak Presiden Prabowo saja mendukung para pedagang. Beliau pernah berkata, ‘Bersihkan dirimu sebelum kamu dibersihkan.’ Jadi, seharusnya pemerintah tidak sekadar menggusur tanpa solusi,” ujarnya.

    Pedagang Butuh Solusi, Bukan Penggusuran

    Bu Sumarti (38), salah satu pedagang, juga mengungkapkan kegelisahannya. Ia berharap pemerintah memberikan solusi yang lebih baik daripada penggusuran.

    “Kami ini rakyat biasa, di tengah kondisi ekonomi yang sulit seperti sekarang, kami hanya ingin mencari nafkah dengan jujur. Apalagi sebentar lagi bulan puasa dan lebaran, kalau tempat dagang kami digusur, kami harus cari nafkah di mana?” katanya dengan nada lirih.

    Ia berharap pemerintah lebih bijaksana dan mempertimbangkan dampak ekonomi bagi para pedagang.

    “Kami hanya ingin kepastian dan solusi, bukan sekadar penggusuran,” pungkasnya.

    Satpol PP Pastikan Penertiban Tetap Dilaksanakan

    Di sisi lain, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sidoarjo, Yany Setyawan, memastikan bahwa pembongkaran dan penertiban PK5 di wilayah Pepelegi-Sawotratap tetap akan dilakukan. Menurutnya, hal ini bertujuan untuk mengantisipasi banjir dan menjaga ketertiban umum.

    “Intinya, penertiban dan pembongkaran akan tetap dilakukan untuk mencegah banjir dan menjaga ketertiban di wilayah tersebut,” ujarnya singkat.

    Meskipun demikian, para pedagang tetap berharap adanya solusi yang lebih manusiawi agar mereka tetap bisa berjualan dan mencari nafkah di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleJohansyah Dorong Percepatan Pemekaran Desa di Kutai Kartanegara
    Next Article Upaya Serius TPPS Kutim: Verifikasi Data dan Intervensi Gizi di Kaliorang

    Related Posts

    Kuasa Hukum H. Sudarno Laporkan Dugaan Intimidasi dan Pencemaran Nama Baik ke Polda Kaltim

    4 Juli 2026

    Keluarga Korban Berharap Ada Efek Jera dalam Kasus Penganiayaan di Tulangan

    13 Juni 2026

    Komnas PA Jatim Beri Kritikan Tajam Terhadap SPPG berhenti.

    11 Juni 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    HUT Ke-48 Perumda Delta Tirta, Bupati Subandi Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Disiplin Kerja

    7 Juli 2026

    Kukar Larang Perdagangan Daging Anjing, Kucing, dan Kera Demi Lindungi Kesehatan Masyarakat

    3 Juli 2026

    HM Jamhari Dorong Budaya dan Wisata Gunung Kelapis

    3 Juli 2026

    Musdes Loa Duri Ulu Susun RKPDes 2027, Prioritaskan Aspirasi Warga

    1 Juli 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.