Kukar – Sorak semangat menggema di Tenggarong saat Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, resmi membuka Rembuk dan Expo KTNA Nasional 2025. Acara yang berlangsung sejak Sabtu (20/9/2025) itu menandai momen penting bagi Kukar dalam mengukuhkan diri sebagai pusat pertanian dan ketahanan pangan di Indonesia.
Dalam sambutannya, Aulia menyebut Expo KTNA tahun ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah pelaksanaan, dengan partisipasi tinggi dari perwakilan provinsi seluruh Indonesia. Usai membuka kegiatan, ia berkeliling meninjau tenant-tenant yang memamerkan beragam produk pertanian, perikanan, hingga inovasi teknologi pangan.
“Alhamdulillah, expo tahun ini luar biasa. Tingkat partisipasinya sangat tinggi dan ini membuktikan Kukar mampu menjadi tuan rumah yang baik. Harapan kami, cita-cita menjadikan Kukar sebagai lumbung pangan nasional benar-benar bisa diwujudkan,” ujar Aulia Rahman Basri.
Besok, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan rembuk KTNA atau Kontak Tani Nelayan Andalan Indonesia, sekaligus panen raya di Kelurahan Mangkurawang. Dengan begitu, dua kegiatan besar akan berjalan seirama: diskusi strategis di forum rembuk dan implementasi nyata melalui panen bersama.
Hingga kini, jumlah peserta yang sudah hadir di Kukar mencapai 1.300 orang. Panitia memperkirakan total peserta menembus angka 2.000, dengan update terbaru sekitar 1.545 peserta tambahan akan hadir besok. Angka ini menunjukkan antusiasme besar terhadap pelaksanaan KTNA di Kukar.
Selain itu, para peserta juga akan mendapat suguhan budaya khas daerah. Tahun ini, expo berpadu dengan festival budaya tahunan Erau yang digelar di Kedaton Kukar. Peserta tidak hanya terlibat dalam kegiatan pertanian dan perikanan, tetapi juga dapat menyaksikan langsung tradisi luhur masyarakat Kutai.
“Kegiatan ini bukan sekadar expo dan rembuk, tapi juga kesempatan mengenalkan budaya Kutai kepada tamu dari seluruh Indonesia,” tambah Aulia.
Dengan skala penyelenggaraan yang begitu besar, Expo KTNA Nasional 2025 di Kukar diharapkan menjadi titik balik penting. Selain memperkuat jejaring antarpetani dan nelayan, acara ini juga memberi ruang bagi pertukaran pengetahuan, promosi produk lokal, serta memperkenalkan Kukar sebagai daerah yang kaya akan sumber daya pangan sekaligus warisan budaya.
