Javasia.idJavasia.id
    Trending

    Rumah Aspirasi Fasilitasi Kolaborasi PKS Kaltim dan Relawan Gerbang Mulawarman Fire Figh Hadapi Karhutla

    9 September 2026

    Fraksi PKS Kaltim Surati Pimpinan DPRD soal BBM dan Pemadaman Listrik PLN

    7 September 2026

    Ruang Fiskal Terbatas, Pemkab Kukar Siapkan Rasionalisasi APBD 2026

    7 September 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Rabu, 9 September 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    Pemkab Kutim Lutfi20 November 2025490

    Kutim Percepat Program ODF Demi Lingkungan Sehat Desa

    Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno
    Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email

    Sangatta – Langkah menuju lingkungan sehat tak hanya soal infrastruktur, tapi juga kesadaran kolektif. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini tengah memperkuat komitmen dalam upaya mengakhiri praktik buang air besar sembarangan (BABS) melalui percepatan program Open Defecation Free (ODF). Targetnya, seluruh desa di wilayah Kutim dapat memperoleh status ODF dalam waktu dekat.

    Plt Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, menyampaikan bahwa ODF adalah salah satu indikator penting dalam menciptakan sanitasi layak dan membangun perilaku hidup bersih di tingkat masyarakat.

    “Kita sedang kejar agar semua desa di Kutim capai status ODF. Artinya, tidak ada lagi warga yang buang air besar di sembarang tempat, baik sungai, kebun, maupun area terbuka lainnya,” ujar Sumarno saat ditemui di Ruang Kerjanya, Selasa (18/11/2025) lalu.

    Ia menekankan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik seperti jamban sehat, namun juga mendorong perubahan perilaku warga melalui edukasi berkelanjutan dan pendekatan partisipatif.

    “Ini bukan hanya soal jamban, tapi soal kesadaran. Kalau semua komponen bergerak, kita optimis bisa wujudkan desa-desa ODF,” tegasnya.

    Untuk mendukung target ini, Dinas Kesehatan aktif menggandeng pemerintah desa, tenaga puskesmas, kader kesehatan, hingga tokoh masyarakat dalam mensosialisasikan pentingnya sanitasi yang layak. Dinkes Kutim juga turut memastikan ketersediaan infrastruktur dasar seperti air bersih dan fasilitas sanitasi menjadi bagian dari strategi utama.

    Sumarno menjelaskan bahwa keberhasilan program ODF memiliki dampak luas, terutama dalam menekan penyakit berbasis lingkungan seperti diare, stunting, dan infeksi saluran cerna. Karena itu, ODF bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan investasi dalam kualitas hidup masyarakat.

    “Status ODF juga berdampak pada penurunan kasus penyakit berbasis lingkungan, seperti diare, stunting, hingga infeksi saluran cerna,” jelasnya.

    Pemerintah daerah optimis, dengan sinergi berbagai pihak dan pendekatan yang tepat, seluruh desa di Kutim dapat segera mendeklarasikan diri sebagai wilayah bebas BABS. Hal ini diyakini akan mendorong peningkatan signifikan dalam derajat kesehatan masyarakat desa. (ADV).

    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKutim Batasi Subsidi Pupuk untuk Tiga Komoditas Pangan
    Next Article Kutim Bentuk Enam Brigade Pangan untuk Dorong Petani Milenial

    Related Posts

    DPRD dan Pemkab Kutim Fokus Perkuat Regulasi

    6 Mei 2026

    7.500 Lebih Kunjungi Pameran Kebudayaan Islam Kutim di Masjid Al Faruq

    23 November 2025

    Disdikbud Kutim Siapkan Pelatihan dan Sertifikasi Pelatih Seni 2026

    23 November 2025

    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Rumah Aspirasi Fasilitasi Kolaborasi PKS Kaltim dan Relawan Gerbang Mulawarman Fire Figh Hadapi Karhutla

    9 September 2026

    Fraksi PKS Kaltim Surati Pimpinan DPRD soal BBM dan Pemadaman Listrik PLN

    7 September 2026

    Ruang Fiskal Terbatas, Pemkab Kukar Siapkan Rasionalisasi APBD 2026

    7 September 2026

    Maulid Nabi di Jembayan, Jamhari Serukan Keteladanan

    7 September 2026

    Bupati Subandi Serahkan Kursi Roda kepada Tiga Warga Wonoayu, Dorong Mereka Kembali Beraktivitas

    7 September 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.