Javasia.idJavasia.id
    Trending

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    PKK Tulangan Bahas “Duwik”, Dorong Bijak Kelola Uang

    22 Juli 2026

    Pemkab Sidoarjo Siapkan Wajah Baru Sentra Kuliner Gajah Mada, Konsep Modern untuk Bangkitkan UMKM

    22 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Jumat, 24 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    Ekonomi dexpert12 Mei 20230

    Pertumbuhan Ekonomi Malaysia Melebihi Ekspektasi di Kuartal I 2023

    Angka ini bahkan melebihi perkiraan para analis mengenai Produk Domestik Bruto (PDB) yang hanya sekitar 4,8%, menurut laporan harian lokal The Star. Pada kuartal keempat tahun 2022, pertumbuhan PDB Malaysia mencapai 7,1%.
    Bendera Malaysia
    Malaysia (Photo by Faris Hadziq/SOPA Images/LightRocket via Getty Images)
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email

    Kuala Lumpur – Laporan menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di Malaysia pada kuartal pertama tahun 2023 mencapai 5,6%. Pertumbuhan ekonomi tersebut terutama disebabkan oleh pengeluaran sektor swasta.

    Angka ini bahkan melebihi perkiraan para analis mengenai Produk Domestik Bruto (PDB) yang hanya sekitar 4,8%, menurut laporan harian lokal The Star. Pada kuartal keempat tahun 2022, pertumbuhan PDB Malaysia mencapai 7,1%.

    Gubernur Bank Negara Malaysia (BNM) Nor Shamsiah Mohd Yunus mengatakan pada Jumat (12/5/2020) bahwa pertumbuhan pada tahun 2023 didukung oleh banyak faktor. Ia juga menyebut ekonomi Malaysia telah pulih ke tingkat sebelum pandemi.

    ADVERTISEMENT

    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Pasar tenaga kerja terus menguat pada kuartal pertama 2023 dan diharapkan tetap mendukung permintaan domestik. Seluruh perekonomian tidak lagi krisis bahkan terus menguat,” ungkapnya saat mengumumkan kinerja triwulan I 2023, mengutip Channel News Asia, Jumat (12/05/2023).

    Nor Shamsiah juga mengatakan bahwa selama kuartal pertama tahun ini, konsumsi swasta meningkat sebesar 5,9%, investasi swasta (4,7%) dan investasi publik (5,7%). Namun, konsumsi publik turun sebesar 2,2% karena belanja persediaan dan jasa yang lebih rendah.

    Meskipun ekspor regional terus berkontraksi di tengah lemahnya permintaan barang, ekspor bersih Malaysia naik 54,4% karena pemulihan lebih lanjut dalam kegiatan pariwisata.

    Di berbagai sektor, Nor Shamsiah mengatakan sektor jasa adalah pendorong utama ekonomi, tumbuh sebesar 7,3% pada kuartal pertama tahun 2023 didukung oleh kegiatan layanan terkait konsumen dan bisnis.

    Manufaktur naik 3,2% pada kuartal pertama, pertanian (0,9%), pertambangan (2,4%) dan konstruksi (7,4%).

    Sementara ringkat pengangguran semakin meningkat pada kuartal pertama, turun menjadi 3,5% dibandingkan 3,6% pada kuartal keempat tahun 2022.

    Mengenai inflasi, Nor Shamsiah mengatakan inflasi utama cenderung lebih rendah menjadi 3,4% selama kuartal pertama 2023, sejalan dengan moderasi biaya dan kondisi pasokan. Sementara inflasi inti turun menjadi 3,8% mencerminkan permintaan domestik yang tangguh.

    “Inflasi inti saat ini tetap tinggi lebih lama, bahkan ketika biaya mulai moderat, (dan) aktivitas ekonomi yang kuat terus menghasilkan tekanan yang didorong oleh permintaan yang membuat inflasi tetap tinggi,” katanya.

    “Kita dapat mengamati hal ini di luar indikator permintaan konvensional, seperti pada perdagangan ritel dan data pengeluaran kartu kredit atau bahkan ketika kita pergi ke pusat perbelanjaan dan restoran dan melihat antrian panjang dan kemacetan lalu lintas,” tukasnya.

    Data pertumbuhan ekonomi Malaysia pada kuartal I 2023 ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi negara tetangga RI ini lebih pesat dibandingkan Indonesia. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2023 “hanya” sebesar 5,03%.

    Badan Pusat Statistik (BPS) RI mengumumkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2023 mencapai 5,03%. Realisasi ini cenderung lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, 5,02%.

    Dengan capaian ini, maka PDB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Rp 5.071,7 triliun. Adapun, secara kuartalan pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi 0,92%.

    “Secara year-on-year, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I mencapai 5,03%,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Edy Mahmud dalam konferensi pers, Jumat (5/5/2023).

    “Ini menandakan ekonomi Indonesia masih stabil,” tambahnya.

    Angka ini berada di atas konsensus pasar. Konsensus pasar yang dihimpun Tim Riset CNBC Indonesia dari 13 institusi juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi mencapai 4,95% (yoy).

    BPS Malaysia PDB Pertumbuhan Ekonomi
    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous Article6,08 Juta Wajib Pajak Belum Laporkan SPT Tahunan 2023
    Next Article AS Proyeksikan Kapasitas Pembangkit Listrik Batu Bara Turun Lebih dari Setengah Pada 2050

    Related Posts

    PKK Tulangan Bahas “Duwik”, Dorong Bijak Kelola Uang

    22 Juli 2026

    Pemkab Sidoarjo Siapkan Wajah Baru Sentra Kuliner Gajah Mada, Konsep Modern untuk Bangkitkan UMKM

    22 Juli 2026

    BRI Krian Salurkan 17 Komputer untuk MI Ar-Rosyad

    19 Mei 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    HUT Ke-48 Perumda Delta Tirta, Bupati Subandi Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Disiplin Kerja

    7 Juli 2026

    Kukar Larang Perdagangan Daging Anjing, Kucing, dan Kera Demi Lindungi Kesehatan Masyarakat

    3 Juli 2026

    HM Jamhari Dorong Budaya dan Wisata Gunung Kelapis

    3 Juli 2026

    Musdes Loa Duri Ulu Susun RKPDes 2027, Prioritaskan Aspirasi Warga

    1 Juli 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.