Samarinda – Estafet kepemimpinan Global Entrepreneurs Professional (Genpro) Kalimantan Timur kini berada di tangan baru. Imam Abdurachman resmi dipercaya sebagai Area Vice President (AVP) Genpro Kaltim periode 2025–2028, dengan agenda besar memperkuat kolaborasi dan membangun ekosistem pengusaha yang lebih berdaya.
Pengukuhan kepengurusan baru tersebut berlangsung dalam rangkaian Seminar Bisnis dan Pelantikan Pengurus Genpro Kaltim di Hotel Amaris Samarinda. Momentum itu menjadi penanda dimulainya masa kerja organisasi untuk tiga tahun ke depan, sekaligus membuka ruang bagi penguatan program pembinaan, jejaring bisnis, dan sinergi antarpengusaha di Kalimantan Timur.
“Kolaborasi, Bertumbuh, dan Menjadi Pemberdaya Tangguh.”
Tema tersebut menjadi pesan utama yang dibawa dalam pelantikan. Genpro Kaltim ingin mendorong anggotanya tidak hanya berkembang secara individual, tetapi juga membangun kekuatan bersama melalui hubungan bisnis yang sehat, pertukaran pengalaman, dan kerja sama yang memberi manfaat lebih luas.
Pelantikan turut dihadiri sejumlah pimpinan Genpro dari tingkat regional dan nasional. Di antaranya RVP Kalimantan Jhony Arianto, Kepala KSP Genpro Dwi Apriyanto, Presiden Genpro Nuri Ardiansyah, serta Imam Abdurachman sebagai AVP Genpro Kaltim.
Kehadiran jajaran pimpinan tersebut memperlihatkan pentingnya peran kepengurusan daerah dalam memperkuat jaringan organisasi secara nasional. Genpro menempatkan daerah sebagai salah satu fondasi penting untuk menumbuhkan pengusaha yang tidak hanya memiliki kemampuan bisnis, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan sosial dan pembangunan ekonomi di wilayahnya.
Bagi Genpro, dunia usaha bukan sekadar ruang untuk mengejar keuntungan. Pengusaha juga diharapkan mampu menjadi pembuka peluang, pencipta jaringan, penggerak ekonomi, serta bagian dari solusi atas berbagai tantangan di masyarakat.
Arah tersebut sejalan dengan semangat kepemimpinan baru Genpro secara nasional. Dalam Presidential Summit 2025 di The Tower BSI Jakarta, Gambir, Sabtu (29/11/2025), kepemimpinan organisasi beralih dari dr. Burhanuddin Hamid kepada Nuri Ardiansyah untuk periode 2025–2029.
Dalam kepemimpinannya, Nuri menekankan pentingnya Genpro kembali kepada khittah perjuangan organisasi. Identitas yang ingin ditegaskan ialah membangun komunitas para pejuang yang memilih jalur bisnis sebagai sarana berkarya dan memberi manfaat, bukan semata-mata menjadi kumpulan pelaku usaha yang berorientasi pada keuntungan pribadi.
Semangat itu menjadi tantangan tersendiri bagi kepengurusan Genpro Kaltim di bawah Imam Abdurachman. Organisasi perlu menerjemahkan nilai kolaborasi dan pemberdayaan menjadi kegiatan konkret yang dapat dirasakan langsung oleh anggotanya.
Peluang untuk melakukan hal tersebut terbuka lebar. Kalimantan Timur saat ini memiliki posisi strategis dalam perkembangan ekonomi nasional seiring kehadiran Ibu Kota Nusantara. Kondisi itu berpotensi menciptakan ruang usaha baru sekaligus meningkatkan kebutuhan terhadap pelaku usaha lokal yang profesional, adaptif, dan mampu membangun jejaring lintas sektor.
Genpro Kaltim dapat mengambil peran dengan mempertemukan pengusaha dari berbagai bidang, memperkuat kapasitas anggota, serta menciptakan ruang diskusi dan kerja sama yang mampu melahirkan peluang bisnis baru. Di sisi lain, organisasi juga diharapkan mampu mendorong anggotanya memiliki orientasi sosial dalam menjalankan usahanya.
Penguatan ekosistem menjadi penting karena pertumbuhan usaha yang berjalan secara sendiri-sendiri memiliki keterbatasan. Melalui kolaborasi, pengusaha dapat saling melengkapi kemampuan, memperbesar akses pasar, serta menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.
Bagi kepengurusan baru, tantangan berikutnya adalah memastikan organisasi tidak berhenti pada agenda seremonial. Program kerja yang konsisten, pembinaan anggota, serta jejaring yang produktif akan menjadi ukuran sejauh mana semangat pelantikan dapat diwujudkan dalam tindakan nyata.
Genpro sendiri berdiri di Jakarta pada Jumat (14/11/2014) sebagai komunitas pengusaha profesional yang membawa semangat membangun peradaban. Organisasi tersebut mendorong lahirnya pengusaha yang produktif, proaktif, profesional, serta memiliki nilai perjuangan dalam menjalankan aktivitas bisnis.
Dengan kepemimpinan Imam Abdurachman selama periode 2025–2028, Genpro Kaltim kini memasuki fase baru. Harapannya, organisasi ini mampu memperluas kolaborasi, memperkuat kualitas pengusaha lokal, dan menjadikan pertumbuhan bisnis sebagai jalan menuju pemberdayaan yang memberi manfaat bagi Kalimantan Timur.
Key-phrase: Imam Abdurachman Pimpin Genpro Kaltim 2025–2028
Meta Deskripsi: Imam Abdurachman memimpin Genpro Kaltim 2025–2028 dengan fokus memperkuat kolaborasi dan pemberdayaan pengusaha lokal.
Tags: Imam Abdurachman,Genpro Kaltim,Pengusaha Kaltim,Kolaborasi Bisnis,Ekonomi Kaltim.
