Javasia.idJavasia.id
    Trending

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    PKK Tulangan Bahas “Duwik”, Dorong Bijak Kelola Uang

    22 Juli 2026

    Pemkab Sidoarjo Siapkan Wajah Baru Sentra Kuliner Gajah Mada, Konsep Modern untuk Bangkitkan UMKM

    22 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Jumat, 24 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    Ekonomi dexpert30 Mei 20230

    DEN Peringatkan Shell agar Fleksibel dalam Pelepasan Hak Partisipasi Blok Masela

    Kalau nanti memang Shell gak adil ke Petronas, terminasi (kembali ke negara). Kalau terminasi Shell gak dapat apa-apa. Shell dalam hal ini harus cepat ambil keputusan
    blok masela
    (Dok. Antara)
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email

    Blok Masela – Dewan Energi Nasional (DEN) memperingatkan bahwa Shell perlu lebih adaptif dalam melepaskan bagian kepemilikan atau partisipasi (PI) sebesar 35% di Blok Masela. Hal ini dikarenakan jika perusahaan minyak dan gas asal Inggris ini bersikeras, pemerintah berpotensi untuk mengakhiri kontrak kerja sama.

    Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto menyarankan agar Shell dapat segera menyetujui harga yang ditawarkan calon penggantinya di Blok Masela. Mengingat, apabila proses negosiasi pelepasan PI berbelit-belit pemerintah dapat menterminasikan kontrak kerja sama di blok jumbo tersebut.

    Djoko membeberkan saat ini terdapat perusahaan asal Malaysia yakni Petronas yang tertarik menggantikan Shell di Blok Masela. Petronas juga memiliki kepastian pembeli gas serta teknologi berupa fasilitas Floating liquefied natural gas (FLNG).

    ADVERTISEMENT

    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kalau nanti memang Shell gak adil ke Petronas, terminasi (kembali ke negara). Kalau terminasi Shell gak dapat apa-apa. Shell dalam hal ini harus cepat ambil keputusan,” kata Djoko dalam acara Energy Corner CNBC Indonesia, Selasa (30/5/2023).

    Untuk diketahui, Shell mematok harga pengalihan hak partisipasi atau participating interest (PI) 35% Blok Masela ke Pertamina cukup tinggi yakni sebesar US$ 1,4 miliar atau Rp 20,95 triliun.

    Padahal mereka membeli 35% PI di Blok Masela dengan harga US$ 700 juta atau sekitar Rp 10,4 triliun. Oleh sebab itu, Shell seharusnya tidak mematok harga yang lebih tinggi, apalagi dengan Pertamina.

    “Itu harusnya maksimal harga yang ditawarkan karena Shell gak rugi juga. Memang suatu risiko sejak dia dapat 35% itu berapa biaya yang dikeluarkan,” kata Djoko.

    Blok Masela DEN Dewan Energi Nasional Shell
    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleMantapkan Sistem Pemilu: Heboh Kicauan Denny Indrayana dan Respons SBY-Mahfud
    Next Article Tekanan Geopolitik dan Perubahan Iklim Menghambat Pemulihan Ekonomi Global

    Related Posts

    PKK Tulangan Bahas “Duwik”, Dorong Bijak Kelola Uang

    22 Juli 2026

    Pemkab Sidoarjo Siapkan Wajah Baru Sentra Kuliner Gajah Mada, Konsep Modern untuk Bangkitkan UMKM

    22 Juli 2026

    BRI Krian Salurkan 17 Komputer untuk MI Ar-Rosyad

    19 Mei 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    HUT Ke-48 Perumda Delta Tirta, Bupati Subandi Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Disiplin Kerja

    7 Juli 2026

    Kukar Larang Perdagangan Daging Anjing, Kucing, dan Kera Demi Lindungi Kesehatan Masyarakat

    3 Juli 2026

    HM Jamhari Dorong Budaya dan Wisata Gunung Kelapis

    3 Juli 2026

    Musdes Loa Duri Ulu Susun RKPDes 2027, Prioritaskan Aspirasi Warga

    1 Juli 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.