Kyiv – Setelah lebih dari satu tahun terjadinya konflik yang sengit, Presiden Ukraina menyatakan bahwa pada saat ini ia telah siap untuk membalas serangan kepada Rusia.
Pernyataan ini dikemukakan oleh Volodymyr Zelensky dalam wawancara terkini dengan The Wall Street Journal.
Mengutip laporan WSJ, untuk mempermulus aksi ini Zelensky tidak hanya meminta bantuan barat, melainka juga bantuan sejumlah negara yang kerap dianggap dekat Rusia.
Pemerintahan Zelensky telah berusaha untuk mengisolasi Rusia dengan berupaya mendapatkan dukungan dari negara-negara termasuk China, India, dan Brasil yang memelihara hubungan persahabatan dengan Rusia.
“Putin harus tahu bahwa orang tidak akan menjabat tangannya, bahwa dia tidak lagi duduk di meja dengan negara-negara yang serius, bahwa Rusia bukan bagian dari organisasi internasional,” katanya.
China, yang tidak mengutuk invasi Rusia dan menyalahkan AS dan sekutunya atas perang tersebut, telah berusaha untuk memasukkan dirinya dalam diplomasi yang bertujuan untuk perdamaian.
Ukraina mengatakan siap untuk mendengarkan pandangan China tetapi tidak akan menyetujui proposal apa pun yang akan melibatkan penyerahan wilayah.
Zelensky mengatakan dia mendesak Presiden China Xi Jinping dalam panggilan telepon April lalu untuk tidak memasok Rusia dengan senjata atau teknologi lainnya, dan Xi meyakinkannya bahwa China tidak menyediakan senjata ke Rusia.
China lebih besar dan lebih kuat dari Rusia dan dapat memainkan peran penting dalam membawa perdamaian, kata Zelensky.
“Saya tidak ingin negara sebesar itu [China] berdiri dan menyaksikan orang mati,” katanya. “
