Javasia.idJavasia.id
    Trending

    Wabup Sidoarjo Dukung Sensus Ekonomi 2026

    15 Mei 2026

    Petrus Jumriq Salurkan Hewan Kurban ke Tiga Masjid, Harmoni Lintas Agama Menguat di Ujoh Bilang

    14 Mei 2026

    640 Relawan Program Gizi Nasional di Kutim Segera Nikmati Layanan BPJS Kesehatan

    12 Mei 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Rabu, 20 Mei 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    Politik dexpert2 Juni 20230

    Biaya Mahal, Politik Logistik Kuasai Pemilihan Indonesia

    Kalau pilpres lebih gila menurut saya. Di Indonesia ini kalau orang tidak punya uang Rp 5 triliun, nggak bisa nyapres dia. Sadar atau tidak
    kolase ganjar pranowo prabowo subianto anies baswedan
    Kolase Panjar Pranowo, Prabowo Subianto, Anies Baswedan (.inet)
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email

    Jakarta – Kampanye di Indonesia memerlukan dana yang cukup besar. Fahri Hamzah, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia pada periode 2014-2019, dengan terus terang mengungkapkan bahwa biayanya mencapai angka triliunan rupiah.

    “Kalau pilpres lebih gila menurut saya. Di Indonesia ini kalau orang tidak punya uang Rp 5 triliun, nggak bisa nyapres dia. Sadar atau tidak,” kata Fahri.

    Salah satu peristiwa yang ramai beberapa waktu lalu berkaitan dengan pemilihan kepala daerah di DKI Jakarta tahun 2017. Kala itu, modal yang dibutuhkan juga sudah mencapai ratusan miliar.

    ADVERTISEMENT

    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Ada calon gubernur yang menandatangani pinjaman di belakang layar puluhan miliar bahkan saya dengar sampai ratusan miliar untuk satu kepala daerah. Bagaimana dengan Republik Indonesia? Saya pikir Rp 5 triliunan itu. Minimal,” ujar Fahri.

    “Dan itu kalau nggak uang pribadi ya uang yang dikumpulkan dari orang-orang yang di belakang nanti akan ada hubungan dengan power dan policy yang akan dibuat oleh negara dan pemerintah,” lanjutnya.

    Bila seseorang hendak menjadi calon anggota DPR RI memerlukan modal di kisaran Rp 5 miliar hingga Rp 15 miliar. Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat Indonesia itu menilai kondisi ini merupakan peringatan bagi pemilu tanah air. Tidak ada lagi politik gagasan, melainkan politik logistik.

    “Itu permainannya gitu. Tentu ada orang-orang kaya yang merem saja dia nggak perlu ke dapilnya, dia cuma kirim truk logistik, dia kirim uang, dia kirim segala macam, dan orang ini di DPR nggak pernah berbicara, nggak pernah menyatakan pendapat, tapi setiap tanggal 20 Oktober per lima tahunan dia dilantik. Kenapa? Karena uangnya banyak betul orang ini,” ujarnya.

    Capres DPR Fahri Hamzah
    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleSerangan Drone Mengguncang Moskow, Rusia Menuduh Ukraina
    Next Article Zelensky Siap Luncurkan Serangan Balasan, Minta Dukungan China

    Related Posts

    Menanti Genderang Musda Golkar Kukar: Arah Baru Menuju 2029

    5 Februari 2026

    Empat Pilar MPR Jadi Bekal Politik Beretika di Kota Bontang

    31 Desember 2025

    Ratusan Warga Serbu Pasar Murah Golkar Kukar di Tenggarong

    19 Oktober 2025

    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Petrus Jumriq Salurkan Hewan Kurban ke Tiga Masjid, Harmoni Lintas Agama Menguat di Ujoh Bilang

    14 Mei 2026

    PDI Perjuangan Kukar Soroti Mandeknya Raperda Pesantren

    12 Mei 2026

    Ismi Dorong Faskes Kukar Layani Warga 24 Jam

    10 Mei 2026

    Bupati Aulia Lantik Puluhan Pejabat dan Tekankan Pelayanan BPJS 24 Jam

    9 Mei 2026

    Firnadi Ikhsan: Fraksi PKS Kaltim Komitmen Dukung Hak Angket

    6 Mei 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.