Javasia.idJavasia.id
    Trending

    GEMA Kukar Tak Sekadar Mengaji, Bupati Tekankan Pembentukan Watak ASN

    24 Oktober 2026

    Tingkatkan Kualitas ASN, BKPSDM Kukar Tekankan Pentingnya Pengembangan Kompetensi

    24 Oktober 2026

    Bupati Kukar Perkuat Kualitas ASN melalui Program ASN Terbaik

    24 Oktober 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Senin, 26 Oktober 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    Politik dexpert2 Juni 20230

    Biaya Mahal, Politik Logistik Kuasai Pemilihan Indonesia

    Kalau pilpres lebih gila menurut saya. Di Indonesia ini kalau orang tidak punya uang Rp 5 triliun, nggak bisa nyapres dia. Sadar atau tidak
    kolase ganjar pranowo prabowo subianto anies baswedan
    Kolase Panjar Pranowo, Prabowo Subianto, Anies Baswedan (.inet)
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email
    Kukar Idaman

    Jakarta – Kampanye di Indonesia memerlukan dana yang cukup besar. Fahri Hamzah, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia pada periode 2014-2019, dengan terus terang mengungkapkan bahwa biayanya mencapai angka triliunan rupiah.

    “Kalau pilpres lebih gila menurut saya. Di Indonesia ini kalau orang tidak punya uang Rp 5 triliun, nggak bisa nyapres dia. Sadar atau tidak,” kata Fahri.

    Salah satu peristiwa yang ramai beberapa waktu lalu berkaitan dengan pemilihan kepala daerah di DKI Jakarta tahun 2017. Kala itu, modal yang dibutuhkan juga sudah mencapai ratusan miliar.

    ADVERTISEMENT

    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Ada calon gubernur yang menandatangani pinjaman di belakang layar puluhan miliar bahkan saya dengar sampai ratusan miliar untuk satu kepala daerah. Bagaimana dengan Republik Indonesia? Saya pikir Rp 5 triliunan itu. Minimal,” ujar Fahri.

    “Dan itu kalau nggak uang pribadi ya uang yang dikumpulkan dari orang-orang yang di belakang nanti akan ada hubungan dengan power dan policy yang akan dibuat oleh negara dan pemerintah,” lanjutnya.

    Bila seseorang hendak menjadi calon anggota DPR RI memerlukan modal di kisaran Rp 5 miliar hingga Rp 15 miliar. Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat Indonesia itu menilai kondisi ini merupakan peringatan bagi pemilu tanah air. Tidak ada lagi politik gagasan, melainkan politik logistik.

    “Itu permainannya gitu. Tentu ada orang-orang kaya yang merem saja dia nggak perlu ke dapilnya, dia cuma kirim truk logistik, dia kirim uang, dia kirim segala macam, dan orang ini di DPR nggak pernah berbicara, nggak pernah menyatakan pendapat, tapi setiap tanggal 20 Oktober per lima tahunan dia dilantik. Kenapa? Karena uangnya banyak betul orang ini,” ujarnya.

    Capres DPR Fahri Hamzah
    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleSerangan Drone Mengguncang Moskow, Rusia Menuduh Ukraina
    Next Article Zelensky Siap Luncurkan Serangan Balasan, Minta Dukungan China

    Related Posts

    Fraksi PKS Kaltim Siapkan Rekomendasi Karhutla untuk Presiden

    19 Oktober 2026

    PKS Kaltim Siapkan 60 Beasiswa PKPA Senilai Rp360 Juta

    10 Oktober 2026

    PKS Kukar Ringankan Beban Warga Korban Kebakaran Kelurahan Melayu

    6 Oktober 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    GEMA Kukar Tak Sekadar Mengaji, Bupati Tekankan Pembentukan Watak ASN

    24 Oktober 2026

    Tingkatkan Kualitas ASN, BKPSDM Kukar Tekankan Pentingnya Pengembangan Kompetensi

    24 Oktober 2026

    Bupati Kukar Perkuat Kualitas ASN melalui Program ASN Terbaik

    24 Oktober 2026

    DPMD Kukar Siapkan Pendekar Idaman Terbaik di Tiap RT untuk Kawal Program RT-Ku Terbaik

    23 Oktober 2026

    Program Terima Kasih Guru Ngajiku, Pemkab Kukar Perluas Insentif bagi Lima Agama

    23 Oktober 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.