Tenggarong – Aksi gabungan dari tiga organisasi kemasyarakatan (ormas) kedaerahan di Kutai Kartanegara (Kukar), yakni Remaong Kayuh Baimbai, Remaong Kutai Berdjaya, dan Remaong Kutai Menamang, menggelar aksi damai di kawasan Pasar Tangga Arung, Senin (30/3/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap ketidakjelasan sistem pengelolaan parkir yang dinilai belum memberikan ruang bagi keterlibatan putra daerah.
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan tuntutan agar masyarakat lokal dilibatkan secara profesional dalam pengelolaan parkir di kawasan tersebut. Mereka menilai selama ini peluang pengelolaan lebih banyak diberikan kepada pihak luar, padahal sumber daya manusia (SDM) lokal dinilai memiliki kemampuan yang tidak kalah.
Ketua Umum Perkumpulan Adat Remaong Kutai Berjaya (RKB) Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Hebby Nurlan Arafat, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan langkah terakhir setelah berbagai upaya komunikasi yang dilakukan sebelumnya tidak mendapatkan tanggapan serius. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menempuh jalur prosedural secara baik, namun belum ada kejelasan hingga saat ini.
“Kami sudah mengikuti aturan dan prosedur, mengurusnya secara baik-baik, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan. Karena itu, hari ini kami melaksanakan aksi sebagai bentuk pengingat kepada pihak terkait,” ujar Hebby di sela-sela aksi.
Ia menambahkan, aliansi ormas tidak menuntut pengelolaan parkir diberikan secara cuma-cuma, melainkan menawarkan skema kerja sama yang adil melalui sistem bagi hasil. Menurutnya, pihak aliansi siap berkontribusi, termasuk dalam hal investasi sarana dan prasarana pendukung.
“Kami siap berbagi, misalnya dengan sistem 50-50. Jika pengelola saat ini sudah berinvestasi, kami juga siap berinvestasi. Intinya, kami hanya meminta kesempatan bagi putra daerah untuk terlibat,” tegasnya.
Selain itu, aksi ini juga menyoroti kinerja pengelola parkir saat ini, yakni CP Ngayau, yang dinilai belum memberikan kepastian terkait komitmen kerja sama. Aliansi mengaku kecewa karena sejumlah pertemuan sebelumnya tidak menghasilkan kesepakatan tertulis yang memiliki kekuatan hukum.
Sebagai bentuk protes, massa aksi memutuskan untuk menggratiskan biaya parkir bagi seluruh pengunjung Tangga Arung Square. Kebijakan ini diberlakukan mulai hari aksi hingga adanya kejelasan resmi dari pihak terkait. Meski demikian, pihak aliansi menegaskan bahwa aksi akan tetap berjalan damai tanpa tindakan anarkis.
“Kami hanya mengawal dan memantau. Parkir digratiskan sampai ada kejelasan dalam bentuk perjanjian legal,” tambah Hebby.
Sementara itu, perwakilan Humas CP Ngayau, Ridwan, menyatakan bahwa pihaknya tengah mengupayakan solusi melalui koordinasi dengan pemegang modal dan dinas terkait. Ia juga menegaskan komitmen untuk melibatkan ormas setempat dalam operasional ke depan.
“Kami menargetkan solusi konkret dalam satu hingga dua hari ke depan bersama dinas terkait dan pemegang modal,” ujarnya.
Dari sisi pengamanan, Polres Kutai Kartanegara mengapresiasi jalannya aksi yang berlangsung kondusif. Kabag Ops Polres Kukar, Kompol Roganda, memastikan situasi tetap terkendali meskipun sempat terjadi dinamika kecil di lapangan.
“Kami pastikan kegiatan berjalan aman. Tidak ada kerusakan fasilitas maupun tindakan kekerasan. Masyarakat tetap bisa beraktivitas seperti biasa,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian terkait batas waktu pemberlakuan parkir gratis tersebut. Aliansi masih menunggu respons resmi dan kesepakatan tertulis dari pihak pengelola maupun instansi terkait.
