Kukar – “Ruang belajar ikut diterbangkan angin.” Cuaca ekstrem yang menerjang wilayah Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), meninggalkan persoalan serius bagi dunia pendidikan. Sejumlah bagian atap SMAN 3 Kota Bangun Darat mengalami kerusakan setelah hujan lebat disertai angin kencang melanda kawasan tersebut pada Jumat (25/9/2026). Kerusakan itu membuat kegiatan belajar mengajar tidak dapat berlangsung normal di sejumlah ruangan sekolah.
Dampak kerusakan memaksa pihak sekolah mengalihkan sementara kegiatan pembelajaran ke fasilitas lain yang masih memungkinkan digunakan. Siswa harus mengikuti pelajaran di sejumlah ruang alternatif, mulai dari musala, area perpustakaan hingga laboratorium biologi. Kondisi tersebut mendapat perhatian Anggota DPRD Kalimantan Timur dari daerah pemilihan Kutai Kartanegara, Salehuddin, yang juga tercatat sebagai Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim.
Salehuddin menyampaikan persoalan tersebut pada Sabtu (26/9/2026), dengan mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, segera mengambil langkah penanganan. Menurutnya, kerusakan fasilitas pendidikan itu perlu mendapat perhatian karena bangunan sekolah tergolong masih relatif baru, yakni baru digunakan sekitar tiga hingga empat tahun.
“Pada waktu itu, terjadi hujan lebat dan angin kencang sehingga merobohkan atap beberapa ruangan sekolah. Padahal bangunan itu baru sekitar tiga sampai empat tahun,” ujar Salehuddin.
Ia menilai kondisi bangunan yang masih berusia relatif muda tetapi telah mengalami kerusakan akibat terpaan cuaca perlu segera ditangani. Terlebih, dampaknya tidak hanya menyangkut kondisi fisik bangunan, tetapi sudah berpengaruh langsung terhadap kenyamanan siswa dan guru selama melaksanakan proses belajar mengajar.
Persoalan tersebut kemudian didorong agar menjadi perhatian dalam proses pembahasan anggaran Pemerintah Provinsi Kaltim. Salehuddin berharap kebutuhan perbaikan dapat dimasukkan melalui Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) Kaltim Tahun Anggaran 2026. Jalur perubahan anggaran dinilai masih memungkinkan untuk mengakomodasi kebutuhan penanganan fasilitas sekolah yang sifatnya mendesak.
“Kalau bisa didorong dalam nota KUPA 2026. Kemungkinan kebutuhannya di bawah Rp500 juta, sehingga bisa kita dorong secepatnya agar proses belajar mengajar tidak terganggu,” katanya.
Perkiraan kebutuhan biaya perbaikan yang berada di bawah Rp500 juta itu, menurut Salehuddin, masih memungkinkan dibicarakan dalam dinamika pembahasan anggaran antara Badan Anggaran DPRD Kaltim dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah. Ia berharap ruang anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pemulihan fasilitas sekolah tersebut.
Dorongan itu juga berkaitan dengan kondisi pembelajaran siswa setelah kerusakan terjadi. Pemanfaatan musala, perpustakaan maupun laboratorium sebagai ruang belajar sementara dinilai tidak ideal apabila berlangsung terlalu lama. Fasilitas-fasilitas tersebut sejak awal memiliki fungsi masing-masing sehingga penggunaannya sebagai pengganti ruang kelas dikhawatirkan turut mengganggu aktivitas lain di lingkungan sekolah.
Salehuddin menegaskan fasilitas yang rusak perlu mendapatkan penanganan sesegera mungkin. Pemerintah provinsi diharapkan tidak membiarkan siswa terus mengikuti pelajaran di ruangan yang sejak awal bukan dirancang sebagai tempat pembelajaran reguler. Ia menilai pemulihan ruang kelas menjadi kebutuhan penting agar kegiatan pendidikan kembali berlangsung sesuai fungsi dan standar fasilitas sekolah.
Perhatian terhadap SMAN 3 Kota Bangun Darat juga dinilai penting karena sekolah tersebut berada di wilayah Kutai Kartanegara yang fasilitas pendidikannya masih perlu terus diperkuat. Penanganan kerusakan bukan hanya menyangkut perbaikan atap, tetapi juga memastikan pelayanan pendidikan kepada siswa tidak terhambat akibat keterbatasan ruang belajar setelah bencana cuaca.
Kerusakan akibat hujan lebat dan angin kencang tersebut kini menjadi pekerjaan yang diharapkan segera ditindaklanjuti Pemprov Kaltim. Perbaikan yang cepat diharapkan dapat mengembalikan fungsi ruang sekolah sekaligus memastikan siswa dan guru SMAN 3 Kota Bangun Darat kembali menjalani kegiatan belajar mengajar dengan aman dan nyaman.



