Samarinda – Suasana ruang pertemuan Hotel Aston Samarinda pada Senin (10/11/2025) dipenuhi semangat perubahan. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Timur, Muhammad Basuni, membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) dengan pesan yang menegaskan pentingnya profesionalitas aparatur desa. “Kemandirian desa dimulai dari sumber daya manusianya yang terlatih dan berintegritas,” ujarnya penuh keyakinan.
Bimtek yang berlangsung selama lima hari, dari [Ahad (9/11/2025)] hingga [13 November 2025)], diikuti oleh 249 kader dari seluruh desa di Kutai Timur. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan peran KPMD sebagai ujung tombak pembangunan berbasis masyarakat. Para peserta akan mempelajari sejumlah topik penting, seperti perencanaan pembangunan, pengelolaan keuangan desa, penguatan kelembagaan, dan strategi pemberdayaan ekonomi lokal.
Basuni menjelaskan bahwa peran KPMD bukan sekadar mendampingi perangkat desa, tetapi juga menghubungkan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan. “KPMD harus mampu menjadi jembatan yang menyalurkan ide dan kebutuhan warga agar pembangunan tidak sekadar formalitas, melainkan betul-betul menyentuh kepentingan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, DPMD Kutai Timur terus berupaya menciptakan desa yang adaptif terhadap perubahan zaman. Melalui berbagai pelatihan dan pendampingan, pemerintah daerah ingin memastikan setiap kader desa memahami konsep pembangunan yang inklusif, transparan, dan akuntabel. “Kita ingin semua kader memiliki semangat melayani dan membawa dampak nyata bagi desanya masing-masing,” tambah Basuni.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibimbing oleh fasilitator berpengalaman yang memberikan simulasi penyusunan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), pengelolaan dana desa berbasis kebutuhan, hingga strategi mengembangkan ekonomi lokal berbasis potensi sumber daya desa. Kegiatan ini dirancang agar para KPMD mampu langsung menerapkan hasil pelatihan begitu mereka kembali ke desa masing-masing.
Salah satu peserta, Siti Aminah, KPMD asal Desa Sangatta Selatan, mengaku antusias mengikuti kegiatan ini. “Materi yang diberikan sangat relevan. Kami jadi lebih paham bagaimana merancang kegiatan desa yang melibatkan masyarakat secara langsung dan berorientasi hasil,” ucapnya dengan penuh semangat.
Bimtek ini juga menjadi momentum memperkuat jejaring antar-KPMD se-Kutai Timur, membuka peluang kolaborasi antar-desa dalam sektor ekonomi dan sosial. Pemerintah daerah berharap, dari pelatihan ini akan lahir kader-kader desa yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki visi membangun desa mandiri dan berdaya saing.
Ketika kegiatan berakhir [13 November 2025], semangat yang terbangun di ruang pelatihan diharapkan tidak padam. Dari Samarinda, gelombang perubahan siap mengalir ke pelosok Kutai Timur—membangun desa dengan tenaga, pikiran, dan niat yang bersih untuk kemajuan bersama.


