Sangatta – Dalam upaya menjaga warisan budaya lokal tetap hidup dan berkembang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyiapkan program strategis khusus untuk tahun 2026. Fokus utama program ini adalah pelatihan profesional bagi para pelatih seni tradisional di wilayah Kutim.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang pemerintah daerah untuk menjadikan seni tradisional sebagai bagian penting dalam pembangunan karakter generasi muda.

“Untuk tahun 2026, kami sudah memplot program khusus untuk melatih para pelatih seni tradisional secara profesional. Mereka harus terstandarisasi, punya kompetensi kuat, dan mampu membina generasi berikutnya. Ini investasi budaya, bukan sekadar agenda kegiatan,” tegas Mulyono di Heliped Bukit Pelangi, Minggu (23/11/2025).

Program ini akan melibatkan pelatih seni lokal dari berbagai kecamatan di Kutim. Mereka akan mendapatkan pelatihan intensif dalam hal kompetensi teknik, metode pengajaran, serta pemahaman nilai-nilai budaya yang terkandung dalam setiap bentuk seni tradisional.

Langkah ini juga dilatarbelakangi oleh keprihatinan atas minimnya pembinaan formal terhadap pelatih seni tradisional. Tanpa standarisasi dan penguatan kapasitas, regenerasi seni tradisional dikhawatirkan akan terhenti. Disdikbud Kutim menilai bahwa pelatih harus menjadi agen perubahan yang tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai budaya luhur kepada generasi muda.

Program ini akan berjalan dalam koordinasi lintas sektor, termasuk lembaga pendidikan, sanggar seni, dan tokoh masyarakat adat. Modul pelatihan dan sistem sertifikasi akan disusun secara khusus agar sesuai dengan konteks lokal namun tetap profesional.

Mulyono optimis, melalui pelatihan ini, para pelatih akan mampu memberikan pembinaan seni yang berkelanjutan, sistematis, dan berdampak luas di masyarakat. Ia berharap inisiatif ini akan menjadi role model nasional dalam penguatan pendidikan berbasis kebudayaan lokal.

Dengan kebijakan ini, Kutai Timur menegaskan dirinya sebagai daerah yang tak hanya kaya budaya, tetapi juga serius dalam menjaganya melalui sistem pendidikan yang terstruktur. (ADV).

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version