Sidoarjo – Di tengah semangat peringatan Hari Pendidikan Nasional, langkah kepedulian justru hadir dalam wujud sederhana: kursi roda dan kunjungan ke rumah warga. Bupati Sidoarjo turun langsung ke Kecamatan Tarik, Sabtu (2/5/2026), membawa bantuan sekaligus harapan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan tersebut dilakukan usai upacara Hardiknas, dengan agenda utama penyaluran bantuan kursi roda di beberapa desa seperti Segodobancang, Janti, dan Tarik. Selain itu, Bupati juga meninjau kondisi rumah tidak layak huni (RTLH) di Dusun Mbut Legi dan Dusun Buntut Ingas, Desa Kemuning. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan bantuan tepat sasaran serta melihat langsung kondisi warga di lapangan.
Salah satu penerima bantuan adalah Muhammad Abhinara Alfarizqi, balita berusia 2,5 tahun asal Desa Janti. Ibunya, Ike Wahyuni (29), tak kuasa menahan haru saat menerima kursi roda yang selama ini sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas anaknya.
“Terima kasih banyak untuk bantuan kursi rodanya. Ini sangat membantu buat aktivitas saya sama adik Abinara. Soalnya tiap hari ya digendong terus,” kata Ike dengan mata berkaca-kaca.
Ia juga berharap program bantuan sosial seperti ini terus berlanjut agar lebih banyak anak disabilitas dapat merasakan manfaatnya.
“Semoga ke depannya pemerintah daerah melalui Dinas Sosial, kegiatan seperti ini tetap terus berjalan, biar anak-anak disabilitas lain juga mendapatkan bantuan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Subandi menegaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat simbolis, tetapi diharapkan benar-benar membantu meringankan beban masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Tentunya bantuan kursi roda ini dapat membantu meringankan warga dalam melakukan aktivitas setiap harinya, dan nanti juga di-support dari puskesmas, seminggu sekali diberikan vitamin,” kata Subandi.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo Mharta Wara Kusuma menjelaskan bahwa kehadiran pemerintah secara langsung di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen untuk merespons kebutuhan warga. Ia menyebutkan bahwa penyaluran bantuan telah melalui proses survei sehingga jenis bantuan disesuaikan dengan kondisi penerima.
“Penyaluran bantuan kursi roda diberikan untuk memudahkan keluarga maupun orang tua untuk merawat anak atau lansia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, sehingga warga yang sakit tetap dapat beraktivitas dan merasa bahagia,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa bantuan sosial tidak hanya berupa kursi roda, tetapi mencakup berbagai alat bantu lain seperti alat bantu dengar, kaki atau tangan palsu, walker, hingga kruk. Dalam kegiatan di Kecamatan Tarik kali ini, disalurkan dua unit kursi roda CP dan satu unit kursi roda 3 in 1, serta bantuan sembako bagi warga miskin dan lansia.
Langkah kolaboratif antara pemerintah daerah, Dinas Sosial, Baznas, serta perangkat wilayah ini diharapkan mampu memperkuat jaring pengaman sosial di Sidoarjo. Dengan pendekatan langsung ke masyarakat, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap bantuan benar-benar menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
Kunjungan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik program pembangunan, ada wajah-wajah yang membutuhkan perhatian lebih, dan kehadiran pemerintah menjadi bagian penting dalam menghadirkan solusi nyata bagi mereka.


