Sidoarjo – Komandan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Danpuspenerbal), Laksda TNI Sisyani Jaffar, menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj mengandung hikmah mendalam bagi prajurit, terutama dalam menanamkan nilai-nilai integritas, kejujuran, kedisiplinan, serta loyalitas kepada bangsa dan negara.
Hal ini disampaikan dalam acara peringatan Isra Mi’raj jajaran Penerbangan TNI AL yang diselenggarakan di Balai Prajurit Raden Mas Moedjono Poerbonegoro, Puspenerbal, Juanda, pada Senin (3/2/2025). Acara tersebut turut diikuti secara daring oleh seluruh satuan di jajaran Puspenerbal se-Indonesia.
Peringatan Isra Mi’raj Dihadiri Pejabat TNI AL
Peringatan Isra Mi’raj kali ini menghadirkan Ketua Lembaga Dakwah Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur, KH. Dr. Syukron Jazilan, sebagai penceramah utama. Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi TNI AL, di antaranya Wakil Komandan Puspenerbal (Wadan Puspenerbal), Laksma TNI Bayu Alisyahbana, Inspektur Puspenerbal (Irpupuspenerbal), serta para direktur dan komandan satuan di lingkungan Puspenerbal.
Hadir pula Komandan Wing Udara 2 Juanda, Komandan Wing Udara 3 Biak, Komandan Fasilitas Perbaikan Pesawat Udara (Kafasharkan Pesud), Komandan Komando Latihan Penerbangan Angkatan Laut (Dankolat Penerbal), serta Komandan Pangkalan Udara TNI AL (Danlanudal) Juanda dan Biak.
Selain dari kalangan militer, peringatan ini juga dihadiri oleh Ketua Gabungan Jalasenastri Puspenerbal, Ny. Vivi Sisyani Jaffar, serta Wakil Ketua, Ny. Dicca Bayu Alisyahbana, beserta para pengurus dan ketua cabang Jalasenastri lainnya.
Momentum Memperkokoh Keimanan dan Ketakwaan
Dalam sambutannya, Laksda TNI Sisyani Jaffar menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar mengenang peristiwa luar biasa perjalanan Rasulullah Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan kemudian ke Sidratul Muntaha. Lebih dari itu, peristiwa ini menjadi momentum penting bagi seluruh prajurit untuk memperkokoh keimanan dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Salah satu hikmah terbesar dari Isra Mi’raj adalah perintah sholat lima waktu. Sholat merupakan tiang agama sekaligus benteng utama dalam menjaga moral serta disiplin kita sebagai prajurit dan insan beriman,” ujar Danpuspenerbal.
Dengan mengusung tema “Membangun Mentalitas Tangguh Menghadapi Percepatan Zaman”, Laksda TNI Sisyani menilai bahwa tema ini sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi saat ini.
“Sebagai bagian dari TNI, kita dituntut untuk selalu menjaga netralitas dalam setiap situasi, terutama dalam menghadapi dinamika zaman yang terus berkembang,” tegasnya.
Ia juga menyoroti perkembangan teknologi, informasi, dan perubahan sosial yang begitu cepat, yang menuntut setiap prajurit untuk tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip kebenaran, keadilan, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai abdi negara.
Prajurit TNI AL Harus Adaptif dan Profesional
Lebih lanjut, Danpuspenerbal menekankan bahwa tantangan di era modern semakin kompleks. Oleh karena itu, setiap prajurit Penerbangan TNI AL harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa melupakan nilai-nilai dasar sebagai prajurit yang berintegritas.
“Kedisiplinan dan loyalitas adalah kunci utama dalam menjalankan tugas sebagai prajurit. Kita harus memiliki mentalitas yang kuat dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama serta moralitas yang tinggi,” tambahnya.
Selain itu, ia berharap bahwa melalui peringatan Isra Mi’raj ini, seluruh personel Puspenerbal dapat semakin memperkokoh nilai-nilai keimanan dan ketakwaan serta meningkatkan semangat kebersamaan dalam menjaga netralitas dan profesionalisme di lingkungan Puspenerbal.
“Kita harus tetap bersatu dan menjaga solidaritas, karena hanya dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kita dapat menghadapi berbagai tantangan yang ada,” pungkasnya.
Refleksi Spiritual dalam Kehidupan Prajurit
KH. Dr. Syukron Jazilan, dalam ceramahnya, menyampaikan bahwa Isra Mi’raj bukan hanya tentang perjalanan Rasulullah SAW secara fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang memberikan pelajaran berharga bagi kehidupan manusia.
“Peristiwa Isra Mi’raj mengajarkan kita untuk selalu berserah diri kepada Allah SWT, menjalankan perintah-Nya, serta menjauhi larangan-Nya. Sebagai prajurit, keimanan yang kuat akan menjadi landasan dalam menjalankan tugas negara dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa sholat lima waktu adalah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan oleh umat Islam, karena sholat menjadi sumber kekuatan spiritual dan moral dalam menjalani kehidupan, terutama bagi seorang prajurit yang dituntut untuk memiliki jiwa disiplin dan tanggung jawab yang tinggi.
Peringatan Isra Mi’raj di lingkungan Puspenerbal ini ditutup dengan doa bersama dan harapan agar seluruh prajurit tetap diberikan kekuatan, kesehatan, serta keberkahan dalam menjalankan tugas mereka untuk menjaga kedaulatan negara.
Dengan adanya peringatan ini, diharapkan seluruh prajurit Penerbangan TNI AL dapat semakin memahami pentingnya nilai-nilai spiritual dalam kehidupan mereka, serta menerapkannya dalam tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
