Javasia.idJavasia.id
    Trending

    Lewat Erau Adat Kutai 2026, HM Jamhari Ajak Masyarakat Jaga Warisan Budaya

    27 September 2026

    Pertama Kali Ikuti Puncak Erau, Basuki: Inspirasi IKN Membangun Kota Futuristik Tanpa Melupakan Budaya

    27 September 2026

    Disdikbud Kukar Buka Peluang Erau Digelar di IKN

    27 September 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Minggu, 27 September 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    Pemkab Kukar Alawi Mohammad26 September 2026642

    Debit Air Mahakam Menurun, Posisi Karamba Bergeser ke Tengah

    Sejumlah keramba ikan di perairan Kutai Kartanegara bergeser lebih ke tengah sungai akibat penurunan debit air, sebagai upaya mempertahankan kedalaman dan aliran yang sesuai untuk budidaya.
    Sejumlah keramba ikan di perairan Kutai Kartanegara bergeser lebih ke tengah sungai akibat penurunan debit air, sebagai upaya mempertahankan kedalaman dan aliran yang sesuai untuk budidaya. (Dok.Javasia)
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email
    Kukar Idaman

    Kukar – Penurunan debit air di sejumlah wilayah perairan Kutai Kartanegara (Kukar) mulai memengaruhi aktivitas usaha budidaya ikan, khususnya karamba. Namun, hingga saat ini Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar belum menerima laporan adanya perubahan kualitas air yang membahayakan ikan maupun pelaku usaha

    Kepala DKP Kukar, Muslik, mengatakan kondisi yang terlihat saat ini lebih banyak berkaitan dengan berkurangnya debit air. Kondisi tersebut membuat posisi sejumlah karamba yang sebelumnya berada di pinggir sungai harus bergeser lebih ke tengah mengikuti aliran air.

    “Yang bermasalah itu berkurangnya debit air. Debit air itu juga yang mengakibatkan karamba-karamba terpaksa agak ke tengah,” ujar Muslik, Jumat (25/9/2026)

    Menurutnya, kondisi tersebut terutama terjadi di wilayah sungai bagian pedalaman dan hulu. Hal serupa juga terlihat pada sejumlah wilayah danau atau kolam. Sementara untuk kawasan Tenggarong dan sekitarnya, kondisi perairan masih cukup dipengaruhi pasang surut Sungai Mahakam

    Muslik menegaskan, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan dari masyarakat maupun pelaku usaha karamba terkait perubahan air yang berdampak signifikan terhadap kegiatan budidaya ikan.

    Meski demikian, DKP Kukar tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi perairan Mahakam. Pemantauan dinilai penting mengingat adanya indikasi intrusi air laut di wilayah muara yang berpotensi bergerak ke kawasan sungai apabila kondisi tertentu terjadi

    “Kalau misalnya nanti pH kemudian salinitas berubah, itu akan berpengaruh terhadap usaha budidaya dan ikan itu sendiri,” jelasnya

    Untuk memantau kondisi tersebut, DKP Kukar mengandalkan penyuluh perikanan yang berada di lapangan. Para penyuluh terus mengikuti perkembangan kondisi perairan sekaligus memberikan imbauan kepada petani ikan agar meningkatkan kewaspadaan

    Muslik menjelaskan, ikan pada dasarnya memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Jika perubahan kualitas air berlangsung secara perlahan, ikan dapat melakukan ruaya atau berpindah mencari habitat yang sesuai,” tuturnya

    Namun, kondisi berbeda dapat terjadi apabila perubahan kualitas air berlangsung cepat dan menyebabkan air menjadi sangat buruk atau “bangar”. Dalam kondisi tersebut, ikan dapat mengalami gangguan karena tidak memiliki waktu untuk menyesuaikan diri

    “Kalau perubahan itu pelan-pelan, ikan akan migrasi mencari tempat yang sesuai dengan habitat hidupnya,” katanya

    Hingga saat DKP Kukar memastikan belum menerima laporan masyarakat mengenai dampak serius perubahan kondisi air terhadap usaha perikanan di wilayah tersebut. (ADV/Diskominfo/Kukar).

    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleProgram Perikanan Kukar Bertahan di Tengah Tekanan Fiskal
    Next Article Desa Kahala Masuk Tiga Besar Nasional Penanganan Stunting, BPMDES Kukar Harap Jadi Terbaik

    Related Posts

    Disdikbud Kukar Buka Peluang Erau Digelar di IKN

    27 September 2026

    Belimbur Jadi Puncak Erau Adat Kutai 2026, Aulia: Penyemangat Membangun Kukar

    27 September 2026

    Desa Kahala Masuk Tiga Besar Nasional Penanganan Stunting, BPMDES Kukar Harap Jadi Terbaik

    27 September 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Lewat Erau Adat Kutai 2026, HM Jamhari Ajak Masyarakat Jaga Warisan Budaya

    27 September 2026

    Pertama Kali Ikuti Puncak Erau, Basuki: Inspirasi IKN Membangun Kota Futuristik Tanpa Melupakan Budaya

    27 September 2026

    Disdikbud Kukar Buka Peluang Erau Digelar di IKN

    27 September 2026

    Belimbur Jadi Puncak Erau Adat Kutai 2026, Aulia: Penyemangat Membangun Kukar

    27 September 2026

    Desa Kahala Masuk Tiga Besar Nasional Penanganan Stunting, BPMDES Kukar Harap Jadi Terbaik

    27 September 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.