Javasia.idJavasia.id
    Trending

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    PKK Tulangan Bahas “Duwik”, Dorong Bijak Kelola Uang

    22 Juli 2026

    Pemkab Sidoarjo Siapkan Wajah Baru Sentra Kuliner Gajah Mada, Konsep Modern untuk Bangkitkan UMKM

    22 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Sabtu, 25 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    Ekonomi dexpert11 Mei 20230

    Dedolarisasi: Negara-Negara Asia Mengurangi Ketergantungan Dolar AS

    Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menjelaskan, sebetulnya fenomena ini bukan hanya didasari dari negara-negara berbagai kawasan, termasuk di Asia yang ingin 'membuang' dolar AS sebagai alat transaksi lintas batas.
    dolar as
    (Okezone.com/Freepik)
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email

    Jakarta – Saat ini, dedolarisasi sedang menjadi topik pembicaraan global yang sering dibahas di berbagai belahan dunia. Beberapa negara telah mulai berkolaborasi untuk mengurangi ketergantungan mereka pada mata uang dolar dalam perdagangan internasional.

    Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menjelaskan, sebetulnya fenomena ini bukan hanya didasari dari negara-negara berbagai kawasan, termasuk di Asia yang ingin ‘membuang’ dolar AS sebagai alat transaksi lintas batas.

    Kondisi itu kata dia tak terlepas dari penjelasan yang disodorkan dalam teori Triffin Dilema. Teori ini dicetuskan sekitar 1960-an oleh ekonom Belgia-Amerika Serikat Robert Triffin.

    “Ini ada satu teori, Triffin Dilemma namanya, kalau negara yang menjadi anchor atau reserve currency dia harus bersedia terus menerus kecenderungannya CAD nya defisit,” kata Sumual dalam acara Kajian Stabilitas Keuangan Nomor 40 di Jakarta, Rabu (10/5/2023)

    “Apakah ini terus menerus sampai nanti negara ini kolaps, atau ini perubahannya secara gradual terjadi. Jadi kelihatannya AS menyadari juga bahwa dia ada satu risiko juga yang akan dihadapi ke depannya,” ucapnya.

    Kendati begitu, Sumual menekankan bahwa sebenarnya fenomena dedolarisasi bukanlah barang baru, meski baru-baru ini kembali ramai.

    “Dedolarisasi jadi sejak 1999 Eropa juga melakukan hal itu dan ini secara global kita tahu ini ceritanya panjang kalah kita bicara ini. Yang jelas kawasan ASEAN, Asia, menggencarkannya saat ini,” tuturnya.

    Indonesia juga menjadi salah satu negara yang gencar mulai melakukan dedolarisasi. Bank Indonesia kaya David telah menjalin kerja sama memanfaatkan mekanisme local currency settlemen (LCS) dengan negara-negara lain seperti Jepan, China, Korea Selatan, hingga Laos.

    Kendati begitu, David menilai, upaya dedolarisasi tersebut masih jauh untuk bisa menggantikan posisi dolar AS sebagai inatrumen transaksi. Sebab, dari total ekspor Indonesia yang hampir US$ 200 miliar, perdagangan tanpa dolar baru sekitar US$ 1,6 miliar.

    “Ini saja baru 3 bulan yang terkait LCS baru US$ 1,6 miliar data BI, tapi memang meningkat karena sosialisanya gradual sekali, dan memang banyak pengusaha itu yang masih lihat risko juga dan lain-lain,” kata Sumual.

    AS Dedolarisasi Dolar Rupiah
    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKPPU Ungkap Tagihan Rafaksi Minyak Goreng Rp 1,1 Triliun
    Next Article Kuota Calon Jamaah Haji Batam Bertambah 27 Slot

    Related Posts

    PKK Tulangan Bahas “Duwik”, Dorong Bijak Kelola Uang

    22 Juli 2026

    Pemkab Sidoarjo Siapkan Wajah Baru Sentra Kuliner Gajah Mada, Konsep Modern untuk Bangkitkan UMKM

    22 Juli 2026

    BRI Krian Salurkan 17 Komputer untuk MI Ar-Rosyad

    19 Mei 2026

    Comments are closed.

    Editors Picks

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    HUT Ke-48 Perumda Delta Tirta, Bupati Subandi Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Disiplin Kerja

    7 Juli 2026

    Kukar Larang Perdagangan Daging Anjing, Kucing, dan Kera Demi Lindungi Kesehatan Masyarakat

    3 Juli 2026

    HM Jamhari Dorong Budaya dan Wisata Gunung Kelapis

    3 Juli 2026

    Musdes Loa Duri Ulu Susun RKPDes 2027, Prioritaskan Aspirasi Warga

    1 Juli 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.