Kukar – Inovasi digital Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, kembali mencuri perhatian setelah menjadi tujuan kunjungan studi banding dari DPRD Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, pada Jumat (31/10/2025). Kunjungan tersebut dihadiri delapan anggota DPRD Kabupaten Luwu, termasuk Ketua DPRD Ahmad Gazali, SE, serta empat kepala desa yang ikut mempelajari sistem tata kelola pemerintahan digital dan pelaksanaan Pilkades serentak di Batuah.
Rombongan disambut hangat oleh Anggota DPRD Kutai Kartanegara, Johansyah, SE., M.Si, bersama Kepala Desa Batuah, Abdul Rasyid, di Kantor Desa Batuah. Fokus utama kegiatan ini adalah menggali lebih dalam penerapan sistem informasi desa berbasis digital yang selama ini menjadi unggulan Batuah dalam menciptakan transparansi dan efisiensi pemerintahan.
Ketua DPRD Kabupaten Luwu, Ahmad Gazali, SE, mengungkapkan kekagumannya terhadap kemajuan yang telah dicapai Desa Batuah. Ia menilai sistem digital yang terintegrasi mampu menjadi contoh nyata tata kelola pemerintahan yang transparan di tingkat desa.
“Kami sangat mengapresiasi Pemerintah Desa Batuah yang mampu menghadirkan inovasi dalam pengelolaan data dan penyelenggaraan Pilkades secara serentak. Sistem ini sangat menarik dan patut ditiru. Kami berharap pengalaman ini bisa kami terapkan di daerah kami,” ujar Ahmad Gazali saat diwawancarai seusai kunjungan.
Menurutnya, penerapan sistem digital seperti di Batuah dapat membantu meningkatkan akuntabilitas dan mempercepat pelayanan publik di desa-desa Kabupaten Luwu yang sedang menuju era transformasi digital.
Sementara itu, Anggota DPRD Kutai Kartanegara, Johansyah, SE., M.Si, menyampaikan rasa bangganya karena Desa Batuah telah menjadi percontohan nasional dalam bidang digitalisasi desa. Ia menilai prestasi tersebut merupakan hasil komitmen kuat pemerintah desa untuk membangun transparansi berbasis data yang akurat dan mudah diakses publik.
“Kita tentu bangga karena Desa Batuah telah menjadi rujukan nasional. Ini bukan hanya sekadar studi banding, tapi juga ajang mempererat hubungan antardaerah serta saling berbagi ilmu dan pengalaman,” tutur Johansyah. Ia berharap, desa-desa lain di Kutai Kartanegara dapat meniru sistem yang sama demi meningkatkan keterbukaan informasi dan kepercayaan publik.
Kepala Desa Batuah, Abdul Rasyid, menambahkan bahwa desanya baru-baru ini berhasil masuk nominasi enam besar nasional dalam program Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) berbasis elektronik. Keberhasilan itu, kata dia, berkat konsistensi tim pemerintah desa dalam mengelola data dengan prinsip validitas dan keterbukaan.
“Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami semua. Kunjungan DPRD Kabupaten Luwu menjadi motivasi untuk terus memperkuat sistem digitalisasi desa. Kami ingin agar masyarakat semakin mudah memperoleh informasi pembangunan dan penggunaan anggaran desa,” ujar Abdul Rasyid.
Kegiatan studi banding tersebut ditutup dengan sesi diskusi dan berbagi pengalaman antara Pemerintah Desa Batuah dan DPRD Kabupaten Luwu. Kedua pihak sepakat menjalin komunikasi berkelanjutan untuk mengembangkan tata kelola pemerintahan desa berbasis digital yang transparan, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik.




